I’tikaf pada 10 hari terakhir Ramadhan

I'TIKAF

I’tikaf dalam bahasa Arab berarti iqomah (berdiam). Setiap yang disebut berdiam di masjid dengan niatan mendekatkan diri pada Allah, maka dinamakan i’tikaf, baik dilakukan dalam waktu singkat atau pun lama.

Lamanya waktu I'tikaf

Banyak umat Islam yang mengupayakan waktunya untuk melakukan itikaf. Misal, malamnya itikaf di masjid dan siangnya kembali bekerja. Hukum melakukan seperti itu adalah di perbolehkan. Jumhur ulama berpendapat minimal waktu i’tikaf adalah lahzhoh, yaitu hanya berdiam di masjid beberapa saat. Demikian...

Continue Reading

KITAB I’TIKAF ; BAB : BILAKAH MASUK ORANG YANG AKAN I’TIKAF ITU DI TEMPAT I’TIKAFNYA

729. 'Aisyah berkata: Adalah Nabi saw. jika kan i'tikaf pada malam-malam sepuluh terakhir bulan Ramadhan, maka aku pasangkan dindingnya (tabirnya) maka sesudah shalat Subuh segera masuk ke dalamnya, lalu Hafshah minta izin kepada 'Aisyah untuk memasang dindingnya, dan diizinkan lalu memasang dindingnya, kemudian diketahui oleh Zainab binti Jahsy dan memasang dinding juga, kemudian pada pagi hari Nabi saw. melihat banyaknya dinding bersabda: Apakah kalian mengira itu termasuk dari al-birr (taat), kemudian meninggalkan i'tikaf pada bulan itu, kemudian i'tikaf sepuluh malam pada bulan syawal. (Bukhari, Muslim).

Demikian...

Continue Reading

KITAB I’TIKAF ; BAB : I’TIKAF PADA MALAM-MALAM TERAKHIR (21-30) RAMADHAN

727. Abdullah bin Umar r.a. berkata: Biasa Rasulullah saw. i'tikaf pada malam-malam sepuluh (21-30) terakhir bulan Ramadhan. (Bukhari, Muslim).

728. 'Aisyah r.a. berkata: Biasa Nabi saw. i'tikaf pada malam-malam sepuluh terakhir (21-30) Ramadhan sehingga meninggal dunia, kemudian dilanjutkan oleh istri-istrinya sepeninggalnya. (Bukhari, Muslim)

Continue Reading