Puasa Syawal

Puasa Syawal

Puasa Syawal, yaitu puasa sebanyak 6 hari di bulan Syawal memiliki keutamaan yang besar, yaitu memperoleh puasa setahun penuh.

PUASA SYAWAL

Sebagaimana hadits Riwayat Muslim di bawah ini, Puasa Syawal itu memiliki keutamaan yang sangat besar. Bagi yang berpuasa Ramadhan dengan sempurna kemudian diiringi dengan puasa 6 hari di bulan Syawal, maka ia akan mendapatkan pahala puasa setahun penuh. Sebagaimana sabda Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ :

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ...

Continue Reading

I’tikaf pada 10 hari terakhir Ramadhan

I'TIKAF

I’tikaf dalam bahasa Arab berarti iqomah (berdiam). Setiap yang disebut berdiam di masjid dengan niatan mendekatkan diri pada Allah, maka dinamakan i’tikaf, baik dilakukan dalam waktu singkat atau pun lama.

Lamanya waktu I'tikaf

Banyak umat Islam yang mengupayakan waktunya untuk melakukan itikaf. Misal, malamnya itikaf di masjid dan siangnya kembali bekerja. Hukum melakukan seperti itu adalah di perbolehkan. Jumhur ulama berpendapat minimal waktu i’tikaf adalah lahzhoh, yaitu hanya berdiam di masjid beberapa saat. Demikian...

Continue Reading

KITAB PUASA ; BAB : KELEBIHAN LAILATUL KADAR DAN ANJURAN SUPAYA MENCARINYA PADA WAKTUNYA

723. Ibn Umar r.a. berkata: Ada beberapa sahabat Nabi saw. telah diperlihatkan Lailatul Kadar dalam mimpi di malam dua puluh tujuh, maka Nabi saw. bersabda: Aku perhatikan impianmu bertepatan dalam malam dua puluh tujuh, maka siapa berusaha untuk mendapatkannya hendaknya berusaha mencarinya pada malam dua puluh tujuh Ramadhan. (Bukhari, Muslim).

724. Abu Said r.a. berkata: Kami i'tikaf bersama Nabi saw. pada malam-malam pertengahan (11-20) Ramadhan, lalu keluar pada pagi hari 20 (dua puluh) Ramadhan dan berkhotbah: Aku semalam diperlihatkan Lailatul Kadar, kemudian dilupakan, karena itu kalian cari pada...

Continue Reading

KITAB PUASA ; BAB: LARANGAN PUASA BAGI ORANG YANG MADHARAT ATAU DITERUSKAN PUASA HARI RAYA DAN HARI TASYRIQ

714. Abdullah bin Amr r.a. berkata: Nabi saw. diberi tahu bahwa aku bersumpah: Demi Allah aku akan puasa tiap siang dan akan bangun tiap malam selama hidup. Maka ketika aku ditanya, aku jawab: Aku telah terlanjur sumpah sedemikian, maka sabda Nabi saw.: Engkau tidak dapat berbuat itu, puasalah dan berbukalah (tidak puasa), bangun malam dan tidurlah, puasalah tiap bulan tiga hari maka sesungguhnya tiap kebaikan itu berlipat sepuluh kali, dan itu menyamai puasa sepanjang masa. Aku jawab: Aku kuat lebih dari itu. Sabda Nabi saw.: Puasalah sehari dan tidak puasa sehari, itu puasanya Nabi Dawud a.s. dan itu puasa yang paling...

Continue Reading

KITAB PUASA ; BAB : PUASA NABI SAW. SELAIN RAMADHAN

711. 'Aisyah r.a. berkata: Biasa Rasulullah saw. puasa sehingga dapat dikatakan tidak pernah tidak puasa, dan ada kalanya tidak puasa sehingga dapat dikatakan tidak pernah puasa sunah. Dan tidak pernah Nabi saw. puasa sebulan penuh selain Ramadhan, juga tidak pernah aku melihat puasanya yang terbanyak kecuali bi bulan Sya'ban. (Bukhari, Muslim).

712. 'Aisyah r.a. berkata: Tidak biasa Nabi saw. puasa dalam suatu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya'ban, bahkan ada kalanya puasa sebulan Sya'ban penuh. Dan Nabi saw. bersabda: Kerjakan amal perbuatan sekuat tenagamu, sehingga Allah tidak jemu menerima dan...

Continue Reading

KITAB PUASA ; BAB : FADHILAH PUASA

707. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Allah Ta'ala berfirman: Semua amal perbuatan anak Adam untuknya, kecuali puasa, maka itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya, dan puasa itu sebagai perisai, maka pada hari puasa seorang tidak boleh berkata keji juga tidak boleh ribut, marah-marah, maka jika ada orang memakinya atau mengajak berkelahi maka hendaknya menjawab: Aku sedang puasa, demi Allah yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, bau mulut orang yang puasa lebih sedap (harum) di sisi Allah dari bau misik (kasturi). Bagi orang yang puasa dua kegembiraan, jika berbuka bergembira, dan jika...

Continue Reading

KITAB PUASA ; BAB : ORANG PUASA HARUS MENJAGA LIDAH

706. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Puasa itu bagaikan perisai (dinding), maka jangan berkata keji (rayuan) atau berlaku bodoh (menjerit-jerit) dan sebagainya. Dan jika ada orang yang mengajak berkelahi atau memaki hendaknya berkata: Aku puasa, aku puasa. Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya bau mulut orang yang sedang puasa itu lebih harum di sisi Allah dari bau kasturi (misik). Dia meninggalkan makan, minum, dan syahwatnya karena-Ku, puasa itu untuk-Ku dan Akulah yang akan memberi pahalanya, dan biasa tiap kebaikan sepuluh kali lipat gandanya. (Bukhari, Muslim).

Continue Reading