Menggunakan Siwak sebelum Sholat

bersiwak

BERSIWAK

Siwak, adalah sebatang kayu berasal dari pohon “Arok”. Nabi Muhammad صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم , sangat menganjurkan agar Umatnya selalu bersiwak paling tidak minimal setiap hendak berwudhu’ dan Sholat.

Hadits Rasulullah صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم  tentang anjuran bersiwak sebelum Sholat antara lain adalah sebagai berikut :

حَدِ ْيثُ أَبِيْ هُرَ يْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ وَسَلَّمَ : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ عَلَيْهِ وسَلَّم : لَوْلاَ أَنْ أَ شُقَّ عَلَي أُمَّتِيْ ـ أَوْ عَلَي النَّاسِ ـ لَأَ مَرْ تَهُمْ بِالسِّوَ اكِ مَعَ كُلِّ صَلَاةِِ

142.  Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم bersabda : “Andaikan aku tidak khawatir memberatkan umatku (atau orang-orang) pasti aku perintahkan atas mereka bersiwak setiap akan sholat. (Bukhari Muslim).

bersiwak
bersiwak

Hukum Memakai Siwak

Bersiwak hukumnya sunah muakkadah, yaitu sunnah  yang sangat dianjurkan oleh baginda Nabi Muhammad صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم. Beliau صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم tidak pernah meninggalkannya, khususnya ketika hendak berwudu’, Sholat, membaca Alqur’an dan bangun dari tidur.

Siwak Menurut Medis

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu Siwak (Salvadora persica) mengandung bahan-bahan kimiawi yang bermanfaat untuk menekan aktivitas mikrobial dan menghambat pertumbuhannya. Penelitian atas daya hambat kayu Siwak terhadap pertumbuhan bakteri  yang patogen terhadap mulut,  menunjukkan kemampuan kayu Siwak sebagai salah satu alternatif zat antibakterial.  Yang memang seharusnya dikembangkan sebagai komoditas oral cleaner device (alat pembersih mulut) yang higienis dan efektif dalam mencegah periodontal disease. Penelitian terhadap Staphylococcus aureus yang merupakan patogen pada saluran pernapasan, kulit dan luka dapat pula menunjukkan bahwa kayu Siwak bukan hanya efektif sebagai komponen antibakterial mulut, namun juga efektif sebagai antibakterial yang memiliki spektrum lebih luas.

Bersiwak saat puasa

Para pakar fiqih telah bersepakat tentang bolehnya bersiwak untuk orang yang berpuasa. Kecuali Syafi’iyah dan Hanabilah di mana mereka menganjurkan untuk meninggalkan bersiwak setelah waktu zawal (waktu matahari tergelincir ke barat). (Lihat Shohih Fiqih Sunnah, 2/117)

Karena tidak ada dalil yang melarang untuk bersiwak, maka hal ini dibolehkan di setiap waktu ketika berpuasa.

Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin mengatakan, “Yang benar adalah siwak  dianjurkan bagi orang yang berpuasa mulai dari awal hingga akhir siang”. (Majmu’ Fatwa wa Rosa’il Ibnu ‘Utsaimin, 17/259, Asy Syamilah).

Sumber : https://rumaysho.com/879-waktu-utama-untuk-bersiwak.html

 

ads

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *