hijrah

6 Tips Hijrah yang Istiqomah




 



 
Komedian Aming hijrah? Dia mendadak berubah. Dia yang biasa tampil nyentrik dengan berbagai macam konstum uniknya, kini mendadak terlihat membumi dengan pakaian muslim yang dikenakan. Pria 42 tahun itu terlihat mengenakan baju koko serta peci berwarna senada. Tak ada riasan atau make-up heboh yang biasa menghiasi wajahnya.

Hal itu diketahui dari unggahan di instragamnya. Menariknya, Aming meminta doa seolah ia ingin istiqomah berpenampilan seperti itu. “Semoga istiqomah,” tulis Aming, Senin (13/2/2023).

Ustadz Derry Sulaiman, mantan vocalis band yang kini berdakwah di jalur seni turut berbahagia dengan kabar Aming yang telah memilih hijrah. Baginya, kabar hijrahnya Aming merupakan bukti bahwasanya hidayah dalam genggaman Allah SWT.

“Hidayah benar-benar ada dalam genggaman Allah SWT terbukti dengan adanya kabar bahwa Aming telah mendapat hidayah,”ujar dia, seperti dilansir Republika, Rabu (15/2/2023).



Ustadz Derry menilai, saat ini Aming telah menemukan jalannya. Bukan tidak mungkin bagi teman-teman Aming yang lain untuk mengikuti jejaknya kembali ke jalan cahaya di tengah kegelapan. “Semoga Aming bisa mendapat bimbingan dan dijumpakan dengan orang baik serta komunitas yang baik,” tutur dia.

Kapan Perlu Berhijrah?

Hijrah dapat diartikan sebagai perpindahan dari satu tempat ke tempat lain yang lebih baik atau untuk menghindari bahaya atau kesulitan. Dalam konteks Islam, hijrah juga merujuk pada perpindahan umat Muslim dari tempat yang tidak aman atau tidak mendukung praktik Islam ke tempat yang lebih baik dan aman bagi umat Muslim.

Dalam hal ini, berhijrah menjadi wajib bagi seorang Muslim jika ia tinggal di tempat yang tidak memungkinkan untuk menjalankan ajaran Islam atau bahkan mengancam keselamatan dirinya atau keluarganya. Perpindahan ke tempat yang aman dan mendukung praktik Islam menjadi sebuah keharusan.

Namun, berhijrah tidak selalu menjadi pilihan terbaik dalam setiap situasi. Sebelum memutuskan untuk berhijrah, seseorang harus mempertimbangkan kondisi dan situasi secara matang, memperhatikan aspek-aspek seperti kesehatan, pekerjaan, pendidikan, dan keluarga. Hijrah juga harus dilakukan dengan cara yang bijaksana dan tidak merugikan orang lain, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Islam yang mulia.



Dalam banyak kasus, mungkin lebih bijaksana untuk tetap bertahan dan berusaha memperbaiki situasi di tempat asal daripada berhijrah, terutama jika sudah memiliki pengaruh yang positif dan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitarnya. Oleh karena itu, keputusan untuk berhijrah harus dipertimbangkan dengan baik dan dilakukan dengan hati yang tenang serta didasarkan pada nilai-nilai agama dan moral yang benar.





 

Keutamaan Berhijrah

Keutamaan berhijrah dalam Islam telah dicatat dalam Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad Saw. Beberapa keutamaan berhijrah antara lain:

Mendapatkan keberkahan dari Allah SWT

Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 97-100 menjelaskan bahwa Allah memberikan pahala yang besar bagi orang yang berhijrah karena mencari ridha-Nya.

إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلائِكَةُ ظالِمِي أَنْفُسِهِمْ قالُوا فِيمَ كُنْتُمْ قالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الْأَرْضِ قالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ واسِعَةً فَتُهاجِرُوا فِيها فَأُولئِكَ مَأْواهُمْ جَهَنَّمُ وَساءَتْ مَصِيراً  إِلاَّ الْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجالِ وَالنِّساءِ وَالْوِلْدانِ لَا يَسْتَطِيعُونَ حِيلَةً وَلا يَهْتَدُونَ سَبِيلاً  فَأُولئِكَ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَعْفُوَ عَنْهُمْ وَكانَ اللَّهُ عَفُوًّا غَفُوراً وَمَنْ يُهاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُراغَماً كَثِيراً وَسَعَةً وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهاجِراً إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ وَكانَ اللَّهُ غَفُوراً رَحِيماً

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya, ‘Dalam keadaan bagaimanakah kalian ini?’

Mereka menjawab, ‘Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekkah).’ Para malaikat berkata, ‘Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kalian dapat berhijrah di bumi itu?’

Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali, kecuali mereka yang tertindas, baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah). Mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Dan adalah Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dimaksud), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”




Meningkatkan keimanan dan taqwa

Dengan berhijrah, seseorang dapat meningkatkan kualitas ibadah dan mendapatkan kesempatan untuk berada di tengah-tengah masyarakat yang lebih baik dalam hal keimanan dan taqwa.

BACA JUGA: BAB: ISLAM, HIJRAH, DAN HAJI DAPAT MENGHAPUS APA YANG TERJADI SEBELUMNYA




Menjaga keselamatan diri dan keluarga

Berhijrah dari tempat yang tidak aman dan tidak stabil ke tempat yang lebih aman dan stabil akan memberikan perlindungan bagi diri dan keluarga.

Menemukan kesempatan untuk memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi

Berhijrah dapat membuka peluang bagi seseorang untuk meningkatkan kondisi sosial dan ekonomi mereka. Selain itu, berhijrah juga dapat membuka kesempatan untuk membangun masyarakat yang lebih baik.

Meningkatkan kualitas hidup dan kesempatan mendapatkan ilmu

Dengan berhijrah, seseorang dapat mendapatkan akses ke lingkungan yang lebih baik, fasilitas dan kesempatan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang lebih baik.



Namun, penting untuk dicatat bahwa berhijrah bukanlah satu-satunya cara untuk mencari keberkahan Allah dan meningkatkan keimanan. Mereka yang tidak mampu berhijrah tetap dapat berusaha untuk meningkatkan praktek keagamaan mereka di tempat tinggal mereka dan mendapatkan keberkahan Allah dengan jalan lain.





 

Tantangan dalam Melakukan Hijrah

Berhijrah atau memulai perubahan hidup menuju ke arah yang lebih baik bisa menjadi sebuah perjalanan yang menantang dan penuh tantangan. Beberapa tantangan yang mungkin dihadapi dalam berhijrah antara lain:

Pertama, Ketidaknyamanan: Perubahan selalu menimbulkan ketidaknyamanan. Dalam berhijrah, Anda mungkin perlu meninggalkan zona nyaman Anda dan mengambil risiko dalam mencoba hal-hal baru. Namun, ketidaknyamanan ini seringkali merupakan jalan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang lebih baik.

Kedua, Kesulitan memutuskan: Ketika memutuskan untuk berhijrah, mungkin sulit untuk menentukan arah yang tepat. Anda mungkin perlu mengevaluasi kehidupan Anda saat ini dan menentukan hal-hal mana yang perlu diubah. Proses ini memerlukan waktu, kesabaran, dan pemikiran yang matang.

Ketiga, Tekanan dari lingkungan: Ketika Anda berusaha untuk berubah, lingkungan sekitar Anda mungkin tidak selalu mendukung. Teman dan keluarga Anda mungkin merasa tidak nyaman dengan perubahan ini atau bahkan mencoba menarik Anda kembali ke dalam zona nyaman Anda. Dalam situasi seperti ini, Anda harus tetap fokus pada tujuan Anda dan menemukan dukungan dari orang-orang yang memiliki pemikiran yang sama.

Keempat, Kebutuhan untuk disiplin: Berhijrah memerlukan disiplin dan konsistensi. Anda mungkin perlu merencanakan jadwal Anda dan menetapkan target yang realistis untuk mencapai hasil yang diinginkan. Memiliki kesabaran dan disiplin yang tinggi akan membantu Anda melewati rintangan dan tantangan dalam perjalanan berhijrah.

Kelima, Ketakutan dan kecemasan: Perubahan seringkali menimbulkan ketakutan dan kecemasan. Anda mungkin khawatir tentang hasil akhir atau mengalami rasa takut gagal. Namun, ketakutan dan kecemasan ini seringkali merupakan bagian dari perjalanan berhijrah dan akan membantu Anda tumbuh dan berkembang sebagai individu.

Dalam menghadapi tantangan dalam berhijrah, penting untuk tetap fokus pada tujuan Anda dan memilih lingkungan yang mendukung. Anda juga harus berusaha untuk terus belajar dan tumbuh sebagai individu, serta mencari dukungan dari orang-orang yang memiliki pengalaman serupa.





 

Cara Hijrah yang Baik

Hijrah adalah istilah dalam agama Islam yang berarti meninggalkan perilaku yang buruk dan memulai hidup baru yang lebih baik dan benar. Untuk melakukan hijrah yang baik, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:

Meningkatkan Iman dan Taqwa

Hijrah yang baik harus dimulai dengan peningkatan iman dan taqwa, yaitu ketakwaan kepada Allah. Salah satu cara untuk meningkatkan iman dan taqwa adalah dengan membaca Al-Quran, melakukan shalat, dan berdzikir.

Meninggalkan Perilaku Buruk

Hijrah yang baik juga memerlukan kesediaan untuk meninggalkan perilaku buruk seperti maksiat, dosa, dan kebiasaan yang tidak baik. Perilaku buruk ini harus dihindari agar hijrah dapat dilakukan dengan maksimal.

Meningkatkan Kualitas Diri

Setelah meninggalkan perilaku buruk, perlu juga untuk meningkatkan kualitas diri. Hal ini dapat dilakukan dengan membaca buku-buku yang bermanfaat, mengikuti kursus, dan mencari teman-teman yang positif.

Mencari Teman yang Baik

Memiliki teman yang baik sangat penting untuk menjaga hijrah. Teman yang baik dapat memberikan dukungan dan motivasi untuk terus berusaha melakukan hijrah.

Berdoa

Terakhir, dalam melakukan hijrah yang baik, jangan lupa untuk selalu berdoa. Memohon kepada Allah agar selalu diberi kemudahan, kekuatan, dan kesabaran dalam melakukan hijrah.

Dalam melakukan hijrah yang baik, dibutuhkan tekad yang kuat dan kesungguhan dalam menjalani hidup yang baru. Hijrah bukanlah suatu hal yang mudah, namun dengan tekad dan kerja keras, pasti dapat dilakukan dengan baik.





 

Tips Hijrah yang Istiqomah

Hijrah merupakan perjalanan menuju kebaikan dan keberhasilan dalam hidup, yang dapat membawa seseorang lebih dekat kepada Allah. Berikut adalah beberapa tips untuk melakukan hijrah yang istiqomah:

  1. Bertaubat dengan sungguh-sungguh: Tahap awal hijrah adalah bertaubat dari segala dosa dan kesalahan yang telah dilakukan. Taubat yang tulus dan sungguh-sungguh akan membuka pintu hijrah yang kuat dan memberikan dorongan untuk terus istiqomah.
  2. Meningkatkan Iman: Meningkatkan keimanan adalah kunci untuk istiqomah dalam hijrah. Ini dapat dilakukan dengan membaca Al-Quran, mempelajari hadits, dan berdzikir kepada Allah.
  3. Mendekatkan diri kepada Allah: Mendekatkan diri kepada Allah adalah tujuan akhir hijrah. Ini dapat dilakukan dengan menunaikan ibadah sholat lima waktu, puasa, bersedekah, dan beribadah dengan khusyuk.
  4. Menjaga lingkungan: Mempertahankan lingkungan yang baik dan positif sangat penting dalam mempertahankan hijrah yang istiqomah. Hindari pergaulan yang buruk dan mencari lingkungan yang mendukung hijrah.
  5. Menjaga diri dari godaan: Godaan dapat datang dari berbagai arah. Maka, perlu untuk selalu berjaga-jaga dan menjaga diri dari godaan yang dapat memperlemah hijrah.
  6. Menghindari perbuatan dosa: Menghindari perbuatan dosa adalah kunci untuk mempertahankan hijrah yang istiqomah. Perlu untuk terus menerus menghindari perbuatan yang dapat merusak hijrah.
  7. Mengingat akhirat: Hijrah bertujuan untuk mendapatkan keberhasilan di akhirat. Oleh karena itu, perlu untuk selalu mengingat akhirat dan berusaha untuk selalu melakukan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan mengikuti tips-tips tersebut, diharapkan dapat membantu seseorang dalam melakukan hijrah yang istiqomah dan terus mendekatkan diri kepada Allah SWT.





 

Kreator/Editor : Dezete



Image : Instagram Aming


 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Scroll to Top