binatang peliharaan

7 Cara Memuliakan Binatang Peliharaan Menurut Ajaran Islam




Dalam ajaran Islam, binatang peliharaan atau hewan peliharaan diberi kedudukan yang penting sebagai ciptaan Allah yang mempunyai hak-hak tertentu dan harus dihormati. Beberapa pandangan penting tentang binatang dalam Islam meliputi:

Binatang sebagai ciptaan Allah

Binatang adalah salah satu dari banyak ciptaan Allah yang harus dihargai dan dihormati. Allah menciptakan binatang sebagai makhluk hidup yang memiliki tujuan tertentu dalam ekosistem.

Hewan sebagai makanan

Islam mengatur cara dan jenis hewan yang boleh dimakan. Hewan yang dihalalkan atau diperbolehkan dimakan disebut dengan “halal”, sedangkan yang tidak diperbolehkan disebut “haram”. Dalam ajaran Islam, hewan-hewan yang dihalalkan antara lain sapi, kambing, domba, unta, ayam, bebek, dan ikan. Dalam proses pemotongan hewan, ada tata cara dan aturan tertentu yang harus diikuti, seperti menyebut nama Allah, memotong dengan pisau yang tajam, dan sebagainya.




Hewan sebagai sumber kehidupan

Hewan dapat memberikan manfaat bagi manusia, seperti memberikan daging, susu, bulu, dan sebagainya. Oleh karena itu, manusia harus memperlakukan hewan dengan baik dan memberikan kesejahteraan yang memadai, seperti makanan yang cukup, tempat tinggal yang bersih dan aman, serta perlindungan dari bahaya.

Hewan sebagai tanda kebesaran Allah

Dalam ajaran Islam, binatang juga digunakan sebagai tanda kebesaran Allah, seperti burung Hud-hud yang menjadi tanda kebijaksanaan Nabi Sulaiman, atau ikan paus yang menjadi tanda kekuasaan Allah atas laut.

Perlindungan hewan

Islam memerintahkan untuk memperlakukan hewan dengan baik dan tidak menyakiti atau menyiksa mereka. Tidak diperbolehkan membunuh binatang secara semena-mena atau membuat mereka menderita. Dalam ajaran Islam, ada juga hukuman bagi orang yang menyakiti hewan secara sengaja.

Dengan demikian, dalam ajaran Islam, binatang diberikan posisi yang sangat penting dan harus dihormati. Manusia diperintahkan untuk memperlakukan binatang dengan baik dan tidak menyiksa mereka, serta menjaga keseimbangan alam agar tetap lestari dan berkelanjutan.

 

Jenis Hewan yang Boleh Dipelihara Menurut Islam



Menurut ajaran Islam, terdapat beberapa jenis binatang peliharaan, di antaranya adalah Sapi, Domba, Kambing, Unta, Ayam, Bebek, Burung merpati, Ikan dan lainnya.

Namun, dalam Islam juga terdapat beberapa ketentuan untuk memiliki hewan peliharaan, seperti tidak menyakiti binatang tersebut, memberikan makan dan minum yang cukup, dan menjaga kebersihan tempat tinggal binatang tersebut. Selain itu, binatang yang dipelihara juga tidak boleh digunakan untuk tujuan yang melanggar aturan-aturan dalam Islam.

Bolehkah kucing dan anjing dipelihara?

Menurut ajaran Islam, kucing dapat dipelihara sebagai hewan peliharaan dan diberi perawatan yang baik. Bahkan, Rasulullah Saw sendiri menghargai kucing dan menyayanginya. Dalam Islam, kucing juga dianggap sebagai hewan yang suci, sehingga perawatannya harus dilakukan dengan baik dan dijaga kebersihannya.

 

Namun, tentang anjing, terdapat perbedaan pendapat di antara ulama Islam. Ada yang menganggap bahwa anjing tidak boleh dipelihara sebagai hewan peliharaan karena dianggap najis. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa anjing dapat dipelihara sebagai hewan penjaga atau pemburu, asalkan dijaga kebersihannya dan tidak dibiarkan berada di dalam rumah.



Pendapat yang paling umum adalah bahwa anjing dapat dipelihara dengan syarat-syarat tertentu, seperti tidak boleh memelihara anjing yang liar atau liar, tidak boleh membiarkan anjing tidur di kamar tidur atau di atas tempat tidur, dan harus membersihkan diri setelah bersentuhan dengan anjing. Namun, ulama yang menganggap anjing sebagai hewan najis umumnya menyarankan untuk menghindari memelihara anjing jika memungkinkan.

Bolehkah memelihara burung?

Agama Islam membolehkan memelihara burung sebagai hewan peliharaan, asalkan pemeliharaannya tidak melanggar prinsip-prinsip Islam, seperti menjaga kesehatan burung dan memberi makanan dan air yang cukup, serta tidak memperlakukan burung dengan kekerasan atau penyiksaan.

 

Dalam Islam, burung juga memiliki nilai simbolis dan spiritual. Sebagai contoh, burung merpati sering dianggap sebagai simbol perdamaian, sementara burung hantu sering dianggap sebagai simbol pengetahuan dan kebijaksanaan. Beberapa ayat Al-Quran dan hadits juga membahas tentang burung, dan menekankan pentingnya menjaga dan merawat hewan-hewan ciptaan Allah dengan baik.



Namun, dalam memelihara burung atau hewan peliharaan lainnya, penting untuk diingat bahwa Islam juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan dan kelestarian alam. Oleh karena itu, jika memelihara burung, kita harus memastikan bahwa hal itu tidak merusak atau mengganggu lingkungan hidup dan ekosistem yang ada di sekitarnya.

 

Dalil tentang Dibolehkannya Memelihara Binatang

Dalam Islam, ada beberapa dalil yang membolehkan memelihara binatang, antara lain:

Pertama, Alqur’an Surat An-Nahl ayat 5 yang berbunyi:

وَالْأَنْعَامَ خَلَقَهَا لَكُمْ ۖ فِيهَا دِفْءٌ وَمَنَافِعُ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ

Artinya: “Dan binatang ternak itu Allah ciptakan untukmu; di dalamnya ada kehangatan (bulu), dan manfaat yang banyak, dan di antaranya kamu makan.”

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah SWT menciptakan binatang untuk dimanfaatkan oleh manusia, baik sebagai sumber pangan maupun sumber keuntungan lainnya.

Kedua, Hadits riwayat Abu Hurairah yang menyebutkan bhwa Rasulullah Saw bersabda: “Seorang laki-laki diberi pahala karena memelihara hewan yang hidupnya bermanfaat (di dunia) dan (di akhirat) menghindarkannya dari siksaan (neraka).” (HR. Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa memelihara binatang peliharaan yang bermanfaat dan membantu manusia seperti hewan ternak atau hewan peliharaan, akan mendatangkan pahala dari Allah SWT.

Ketiga, Hadits riwayat Abu Hurairah yang menyebutkan, “Sesungguhnya ada seorang wanita yang masuk neraka karena seekor kucing. Ia menyekap kucing itu, tidak memberinya makan dan minum sehingga kucing itu mati. Karena itu, ia masuk neraka. Tidak memberikan makan dan minum kepada kucing yang dipelihara itu adalah suatu kejahatan.” (HR. Bukhari dan Muslim).



Hadits ini menunjukkan bahwa memelihara binatang peliharaan memerlukan tanggung jawab dan kewajiban untuk memberikan makanan, minuman, dan perawatan yang cukup. Jika seseorang tidak memenuhi tanggung jawab tersebut, maka ia akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat.

Dari tiga dalil di atas, dapat disimpulkan bahwa memelihara binatang peliharaan diperbolehkan dalam Islam dan bahkan dapat mendatangkan pahala jika dilakukan dengan baik dan penuh tanggung jawab. Namun demikian, ada juga beberapa jenis binatang yang tidak diperbolehkan untuk dipelihara, seperti anjing yang tidak digunakan untuk keperluan berburu atau menjaga, karena dianggap najis.




Keutamaan Memelihara Binatang Peliharaan

Memelihara binatang peliharaan merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam dan memiliki beberapa keutamaan, di antaranya:

Dapat mendatangkan pahala dari Allah SWT

Seperti yang telah disebutkan dalam hadis sebelumnya, bahwa seseorang dapat mendapatkan pahala dari Allah SWT ketika memelihara binatang peliharaan yang bermanfaat bagi manusia. Pahala ini dapat menjadi bekal di akhirat kelak.

Meningkatkan rasa kasih sayang

Dalam Islam, kasih sayang dan kepedulian terhadap makhluk hidup, termasuk hewan, sangat dihargai. Dengan memelihara binatang peliharaan, seseorang dapat meningkatkan rasa kasih sayangnya terhadap ciptaan Allah SWT dan menjadi lebih peka terhadap kebutuhan binatang.




Meningkatkan kepekaan sosial

Memelihara binatang peliharaan dapat meningkatkan kepekaan sosial seseorang. Seseorang yang terbiasa merawat binatang akan memiliki kemampuan untuk merawat dan membantu orang lain dengan lebih baik.

Meningkatkan rasa tanggung jawab

Memelihara binatang peliharaan juga dapat meningkatkan rasa tanggung jawab seseorang. Seseorang yang bertanggung jawab dalam merawat binatang akan lebih mampu memahami arti tanggung jawab dan akan lebih bertanggung jawab dalam menjalankan tugas-tugas lainnya.

Meningkatkan kesehatan mental

Penelitian telah menunjukkan bahwa memelihara binatang peliharaan dapat memberikan efek positif pada kesehatan mental seseorang. Memelihara hewan dapat mengurangi tingkat stres, meningkatkan kebahagiaan, dan memberikan rasa kenyamanan.



Dengan demikian, memelihara binatang peliharaan dapat memberikan banyak manfaat baik secara spiritual maupun sosial bagi seseorang. Namun, seseorang juga harus memastikan bahwa ia dapat memenuhi tanggung jawabnya dalam merawat hewan dengan baik dan sesuai dengan syariat Islam.

 

Cara Memuliakan Binatang Peliharaan Menurut Ajaran Islam

Menurut ajaran Islam, binatang peliharaan, dan binatang lain pada umumnya, termasuk sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang juga memiliki hak-hak yang perlu dihormati dan dijaga. Oleh karena itu, Islam menekankan pentingnya memperlakukan binatang dengan baik dan patut, serta tidak merugikan atau menyakiti mereka secara sembarangan.



Berikut adalah beberapa cara memuliakan binatang menurut ajaran Islam:

  1. Tidak menyiksa atau menyakiti binatang: Sebagaimana dijelaskan dalam Hadits Nabi Muhammad SAW, “Seorang perempuan dimasukkan ke dalam neraka karena seekor kucing yang dia biarkan mati kelaparan.” Oleh karena itu, sebagai muslim, kita tidak boleh menyiksa atau menyakiti binatang secara sembarangan.
  2. Tidak memotong bagian tubuh binatang hidup: Islam juga melarang memotong bagian tubuh binatang hidup, seperti memotong ekor anjing atau kucing, karena ini dapat menyebabkan penderitaan dan rasa sakit pada binatang tersebut.
  3. Memberi makan binatang: Sebagai umat muslim, kita dianjurkan untuk memberi makan binatang yang lapar atau terlantar, seperti memberi makan burung, kucing, anjing, atau hewan lainnya yang membutuhkan makanan.
  4. Memperlakukan binatang dengan lembut: Sebagai hamba Allah, kita seharusnya memperlakukan binatang dengan lembut dan ramah, seperti memberikan kasih sayang dan perhatian pada hewan peliharaan kita.
  5. Tidak berburu binatang secara sembarangan: Islam juga melarang berburu binatang secara sembarangan atau merusak habitat binatang, karena ini dapat mengganggu keseimbangan alam dan ekosistem.
  6. Menghindari makanan haram: Sebagai muslim, kita juga dihimbau untuk menghindari makanan haram, seperti daging babi atau hewan yang disembelih tanpa disebut nama Allah.
  7. Menghormati kehidupan binatang: Islam mengajarkan bahwa kehidupan binatang juga memiliki nilai yang sama dengan manusia, sehingga kita harus menghormati keberadaan dan kehidupan mereka.

BACA JUGA: KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: HARAM MENYIKSA KUCING DAN BINATANG LAIN YANG TIDAK MENGGANGGU

Dalam Islam, memperlakukan binatang dengan baik adalah bentuk penghormatan kepada ciptaan Allah SWT yang harus kita lakukan. Dengan demikian, kita harus selalu berupaya untuk menjaga dan memuliakan binatang, serta tidak merugikan atau menyakiti mereka secara sembarangan.




Kreator/Editor : Dezete

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Scroll to Top