berdakwah

8 Kiat Berdakwah yang Efektif dan Mencerahkan

Isi Artikel



Kewajiban Berdakwah bagi seorang Muslim

Sebagai seorang muslim, berdakwah merupakan salah satu kewajiban yang harus dilakukan. Berdakwah dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti memberikan nasihat atau pengajaran, memberikan contoh perilaku yang baik, atau mengajak orang untuk mempelajari agama Islam.

Ada beberapa alasan mengapa berdakwah sangat penting bagi seorang muslim:



Pertama, Menjalankan perintah Allah

Allah SWT telah memerintahkan umat muslim untuk berdakwah dalam Al-Quran. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 143 disebutkan:

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنٰكُمْ اُمَّةً وَّسَطًا لِّتَكُوْنُوْا شُهَدَاۤءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ عَلَيْكُمْ شَهِيْدًا

Artinya: “Dan demikianlah Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ‘umat pertengahan’ (yang adil dan simbang) agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.” Dengan berdakwah, seorang muslim dapat memenuhi perintah Allah dan menunjukkan kesetiaannya pada agama.

Kedua, Menolong orang lain

Dalam berdakwah, seorang muslim dapat membantu orang lain memahami ajaran agama Islam, sehingga mereka dapat mengambil manfaat dari agama tersebut. Dengan membantu orang lain untuk memahami agama, seorang muslim dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.




Ketiga, Membentuk masyarakat yang baik

Dalam Islam, masyarakat yang baik adalah masyarakat yang saling membantu dan saling mendukung dalam berbagai hal, termasuk dalam hal agama. Dengan berdakwah, seorang muslim dapat membantu membentuk masyarakat yang lebih baik dan lebih islami.

Keempat, Mendapat pahala dari Allah

Dalam Islam, setiap amalan baik yang dilakukan akan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Dalam berdakwah, seorang muslim dapat mendapatkan pahala yang besar karena membantu orang lain dalam memahami agama dan mendekatkan mereka kepada Allah.

Dalam rangka menjalankan kewajiban berdakwah, seorang muslim dapat memulainya dengan memperbaiki diri sendiri dan menjadi contoh yang baik bagi orang lain. Selain itu, seorang muslim juga dapat mengikuti pelatihan-pelatihan berdakwah untuk memperoleh pengetahuan yang lebih luas dan keterampilan yang lebih baik dalam berdakwah.




Urgensi Berdakwah bagi Seorang Muslim

Berdakwah merupakan tugas dan kewajiban bagi setiap muslim. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Surah Ali Imran ayat 110:

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ

Artinya: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah.” Oleh karena itu, setiap muslim harus memperhatikan tugas dan kewajibannya untuk menyebarkan ajaran Islam.




Berdakwah juga dapat membantu menjaga akidah dan keyakinan setiap muslim. Dalam melakukan dakwah, seorang muslim akan selalu memperbaharui pengetahuannya tentang Islam dan memperdalam pemahaman tentang ajaran agama. Hal ini dapat membantu menjaga dan memperkuat akidah dan keyakinan seorang muslim.

Selain itu, Berdakwah dapat membantu memperbaiki kondisi sosial masyarakat. Seorang muslim yang berdakwah dapat memperbaiki kondisi sosial masyarakat dengan cara memberikan pemahaman tentang ajaran Islam yang benar dan memberikan contoh perilaku yang baik. Dengan demikian, dakwah dapat membantu membangun masyarakat yang lebih baik dan Islami.

Lebih dari itu, Berdakwah dapat membantu memperluas cakupan dakwah dan menyebarkan ajaran Islam kepada orang lain. Dalam berdakwah, seorang muslim dapat menggunakan berbagai cara dan media untuk menyampaikan ajaran Islam. Hal ini dapat membantu menyebarkan ajaran Islam kepada orang lain dan memperluas cakupan dakwah.




Bahkan, Berdakwah dapat mendatangkan pahala dari Allah SWT. Dalam Islam, setiap amal kebajikan yang dilakukan oleh seorang muslim akan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Dalam berdakwah, seorang muslim dapat mendapatkan pahala besar karena telah berusaha menyebarkan ajaran Islam dan membantu orang lain dalam memahami agama.

Dalam rangka menjalankan tugas dan kewajiban berdakwah, seorang muslim perlu meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dalam berdakwah, serta memperhatikan etika dan tata cara berdakwah yang baik dan benar.




Jenis-jenis Dakwah Islamiyah

Dakwah adalah upaya untuk menyebarkan ajaran Islam dan menyeru manusia untuk beriman dan beramal sholeh. Terdapat beberapa jenis dakwah yang dapat dilakukan oleh umat Islam, antara lain:

Dakwah bil Lisan, yaitu Dakwah yang dilakukan melalui ucapan atau kata-kata, seperti ceramah, kultum, pengajian, tausiyah, maupun dakwah melalui media sosial.

Dakwah bil Hal, yaitu Dakwah yang dilakukan dengan perilaku atau tindakan. Contohnya, dengan menunjukkan akhlak yang baik, melayani masyarakat, dan memberikan contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Dakwah bil Qalam, yaitu Dakwah yang dilakukan melalui tulisan, seperti menulis artikel, buku, atau blog yang mengupas tentang ajaran Islam dan memperjelas pemahaman mengenai agama.




Dakwah bil Maal, yaitu Dakwah yang dilakukan dengan harta benda atau uang, seperti bersedekah, memberikan donasi untuk pembangunan masjid atau yayasan sosial, dan membantu orang-orang yang membutuhkan.

Dakwah bil Halaqah, yaitu Dakwah yang dilakukan dalam sebuah kelompok atau majelis dengan melakukan kegiatan seperti pengajian kitab, membahas masalah-masalah agama, atau berdiskusi dan berbagi pengalaman dalam mengamalkan ajaran Islam.

Dakwah bil Tarbiyah, yaitu Dakwah yang dilakukan dengan cara mendidik dan membina secara sistematis, seperti pendidikan agama di sekolah, pesantren, maupun lembaga-lembaga pendidikan non-formal lainnya.




Dakwah bil Jihad, yaitu Dakwah yang dilakukan dengan cara berjuang dalam membela agama dan menegakkan kebenaran, baik melalui cara-cara yang damai maupun dengan cara yang tidak damai, namun tetap dalam batasan-batasan syariat Islam.

Kesemua jenis dakwah tersebut dapat dilakukan oleh umat Islam dalam rangka menyebarkan ajaran Islam dan memperbaiki keadaan umat manusia. Namun, perlu diingat bahwa dalam melakukan dakwah, harus tetap mengedepankan akhlak yang baik dan menjaga kesopanan serta tidak merugikan orang lain.




Dalil-dalil al-Qur’an dan Hadits tentang Kewajiban Berdakwah

Berikut ini adalah beberapa dalil-dalil al-Quran dan hadits yang berkenaan dengan kewajiban berdakwah:

Pertama, Al-Quran Surah Al-Asr ayat 1-3 :

إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ، إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Artinya: “Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh serta saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran.”




Kedua, Al-Quran Surah Al-Maidah ayat 67 :

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ وَإِن لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

 

Artinya: “Wahai Rasul, sampaikanlah apa yang telah diturunkan kepadamu dari Rabbmu. Jika kamu tidak melakukannya maka kamu tidak menyampaikan risalah-Nya, dan Allah akan melindungimu dari (bahaya) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.”

 

Ketiga, Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 122 :

۞ وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْا كَاۤفَّةًۗ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَاۤىِٕفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوْا فِى الدِّيْنِ وَلِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ اِذَا رَجَعُوْٓا اِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَ

 

Artinya: “Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya.”




Keempat, Al-Qur’an Surah an-Nahl ayat 125 :

ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ ۖ وَجَٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ

 

Artinya: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”

 

Kelima, Hadits riwayat Bukhari dan Muslim :

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

Artinya: “Sampaikanlah dariku meskipun hanya satu ayat.”

Keenam, Hadits riwayat Muslim :

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Artinya: “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka baginya seperti pahala orang yang mengerjakannya.”




Ketujuh, Hadits riwayat Bukhari :

بلغوا عني ولو آية، وحدثوا عن بني إسرائيل ولا حرج، ومن كذب علي متعمدا فَلْيَتَبَوَّأْ مقعده من النار

Artinya: “Sampaikan dariku sekalipun satu ayat dan ceritakalah (apa yang kalian dengar) dari Bani Israil dan itu tidak apa (dosa). Dan siapa yang berdusta atasku dengans engaja, maka bersiap-siaplah menempati tempat duduknya di neraka.”




Pengetahuan dan Keterampilan yang Diperlukan bagi Seorang Dai/Pendakwah

Seorang dai atau pendakwah yang efektif perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik dalam berdakwah. pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan bagi seorang dai atau pendakwah itu diantaranya:

Pengetahuan tentang agama Islam

Seorang dai atau pendakwah perlu memiliki pengetahuan yang luas tentang ajaran Islam, termasuk Al-Qu’ran, Hadits, Fiqh, dan Sejarah Islam. Dengan pengetahuan yang luas ini, seorang dai atau pendakwah dapat memberikan pemahaman yang benar tentang ajaran Islam.

Keterampilan berkomunikasi

Seorang dai atau pendakwah harus memiliki keterampilan berkomunikasi yang baik, termasuk kemampuan untuk menyampaikan pesan secara efektif dan persuasif. Dia juga harus dapat mendengarkan dan memahami pandangan orang lain.




Keterampilan presentasi

Seorang dai atau pendakwah perlu memiliki keterampilan dalam menyampaikan pesan secara jelas dan terstruktur. Hal ini meliputi kemampuan dalam merancang presentasi yang menarik dan informatif serta kemampuan dalam menggunakan media presentasi yang baik.

Keterampilan sosial

Seorang dai atau pendakwah harus memiliki keterampilan sosial yang baik, termasuk kemampuan dalam membangun hubungan baik dengan orang lain. Dia juga harus memiliki kemampuan dalam menangani konflik dan memahami kebutuhan dan harapan orang lain.

Keterampilan dalam menulis

Seorang dai atau pendakwah perlu memiliki keterampilan dalam menulis, baik itu menulis artikel, buku, atau materi dakwah lainnya. Hal ini penting dalam menyebarkan ajaran Islam melalui media tulis.




Keterampilan teknologi

Dalam era digital seperti sekarang, seorang dai atau pendakwah harus memiliki keterampilan dalam penggunaan teknologi, seperti penggunaan media sosial dan aplikasi dakwah.

Keterampilan dalam berbicara di depan umum

Seorang dai atau pendakwah harus memiliki keterampilan dalam berbicara di depan umum, termasuk kemampuan dalam menyampaikan pesan dengan suara yang jelas dan menggunakan bahasa tubuh yang tepat.

Keterampilan dalam memberikan motivasi

Seorang dai atau pendakwah juga perlu memiliki keterampilan dalam memberikan motivasi kepada orang lain untuk berbuat kebaikan dan mendekatkan diri pada Allah SWT.

Dengan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik, seorang dai atau pendakwah dapat menjadi agen perubahan yang efektif dan membantu menyebarkan ajaran Islam dengan lebih baik dan benar.

BACA JUGA: Kemajuan Ilmu Pengetahuan Islam




Kiat atau Tips Dakwah yang Efektif

Terdapat beberapa kiat atau tips dakwah yang efektif, antara lain:

  1. Memiliki niat yang tulus. Seorang dai atau pendakwah harus memiliki niat yang tulus untuk mengajak orang lain mendekatkan diri kepada Allah SWT dan bukan untuk mencari keuntungan pribadi atau popularitas.
  2. Menjaga akhlak yang baik. Seorang dai atau pendakwah harus menjaga akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari, seperti jujur, sopan, ramah, dan tidak sombong. Dengan menjaga akhlak yang baik, orang akan lebih mudah terbuka hatinya untuk mendengarkan pesan dakwah.
  3. Membangun hubungan baik dengan orang lain. Seorang dai atau pendakwah perlu membangun hubungan baik dengan orang lain, termasuk dengan mereka yang bukan muslim. Hal ini akan membuka peluang untuk berdiskusi dan berbagi pandangan tentang agama dan kehidupan.
  4. Menyampaikan pesan dakwah dengan bahasa yang mudah dipahami. Seorang dai atau pendakwah perlu menyampaikan pesan dakwah dengan bahasa yang mudah dipahami oleh orang lain, terutama bagi mereka yang belum mengenal Islam. Gunakan bahasa yang sederhana, jelas, dan mudah dipahami, serta hindari penggunaan istilah-istilah teknis.
  5. Berusaha memahami perspektif orang lain. Seorang dai atau pendakwah perlu berusaha memahami perspektif orang lain, termasuk pandangan mereka tentang agama dan kehidupan. Dengan memahami perspektif orang lain, seorang dai atau pendakwah dapat menyesuaikan pesan dakwah dengan kebutuhan dan harapan mereka.
  6. Menggunakan media sosial dan teknologi yang tepat. Dalam era digital seperti sekarang, seorang dai atau pendakwah dapat menggunakan media sosial dan teknologi lainnya untuk menyebarkan pesan dakwah. Namun, dia harus menggunakan media yang tepat dan sesuai dengan audiens yang dituju.
  7. Menggunakan contoh dan bukti nyata. Seorang dai atau pendakwah dapat menggunakan contoh dan bukti nyata dalam menyampaikan pesan dakwah. Hal ini akan membantu orang lain untuk lebih mudah memahami dan mengaplikasikan pesan dakwah dalam kehidupan sehari-hari.
  8. Menerapkan pendekatan yang bersahabat dan tidak menekan. Seorang dai atau pendakwah perlu menerapkan pendekatan yang bersahabat dan tidak menekan saat berdakwah. Dia harus memberikan ruang bagi orang lain untuk berpikir dan membuat keputusan sendiri, serta tidak memaksa atau merendahkan mereka.

BACA JUGA: Kehebatan Lembaga Pendidikan 2 Organisasi Besar, Muhammadiyah Dan NU

Dengan menerapkan kiat atau tips dakwah yang efektif, seorang dai atau pendakwah dapat menyebarkan pesan dakwah dengan lebih efektif dan membantu orang lain untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

 

Apa yang harus dilakukan agar Dakwah Islam ke depan makin berkembang dan disukai para Milenial?



Untuk memperluas jangkauan dakwah Islam dan menarik perhatian para milenial, beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

Memahami Kebutuhan Milenial

Pahami kebutuhan dan kecenderungan milenial dalam berkaitan dengan agama dan spiritualitas. Melalui pemahaman tersebut, dakwah Islam dapat disesuaikan dengan cara yang tepat dan relevan bagi milenial.

Menggunakan Media Sosial

dakwah

Media sosial merupakan sarana yang efektif dalam menjangkau milenial. Maka dari itu, dakwah Islam dapat memanfaatkan media sosial untuk menyebarluaskan pesan mereka dan memperkuat citra positif tentang agama Islam.

 

Membangun Konten Kreatif

dakwah

Buatlah konten yang kreatif, menarik, dan mudah dipahami oleh milenial. Konten seperti video, podcast, dan gambar dapat menjadi media efektif dalam menyampaikan pesan dakwah.

 

Mengedepankan Toleransi dan Keterbukaan

Milenial cenderung lebih terbuka dan toleran terhadap perbedaan. Oleh karena itu, dakwah Islam harus mengedepankan nilai-nilai toleransi dan keterbukaan agar bisa diterima oleh milenial.




Membangun Komunitas

Milenial cenderung menyukai kegiatan yang berbasis komunitas. Maka dari itu, dakwah Islam dapat membangun komunitas yang aktif dan terbuka bagi semua orang untuk memperkuat dakwah Islam.

Menjadi Teladan

Dakwah Islam yang efektif juga dapat dilakukan dengan menjadi teladan bagi orang lain. Dalam hal ini, para dai dan pengikutnya harus menunjukkan perilaku dan sikap yang baik dan patut dicontoh oleh orang lain.




Dengan melakukan langkah-langkah tersebut, Insya Allah dakwah Islam di masa depan dapat lebih berkembang dan disukai oleh para milenial. (*)

 

Kreator/Editor : Dezete

Image : Muhammadiyah.or.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Scroll to Top