BAB : MENURUNKAN KAIN KARENA SOMBONG

1349.  Ibnu Umar r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Allah tidak melihat dengan rahmat-Nya pada orang yang menurunkan kainnya di bawah mata kaki karena sombong. (Bukhari, Muslim).

79 thoughts on “BAB : MENURUNKAN KAIN KARENA SOMBONG”

  1. Assalamu’alaikum Wr Wb
    Tolong dijelaskan maksud dari hadis tersebut…bagaimana hukumnya kalau sholat dengan mata kaki tertutup kain/celana panjang. Terima kasih.

    1. itu mksudnya .dalam solat juga harus di atas mata kaki, dmikian pun sma dlam shari2 pun harus diatas mata kaki !!!! 085740485540

    2. Lalu Bagaimana dengan Wanita…? Di Hadist itu tdk disebutkan jenis kelamin…lalu wanita jg harus menaikkan kainnya? Wah…Aurat dong…….Tolong dijelaskan lagi lebih detail dan jelaskan makna dari makna…jangan sampai para wanita juga ikut2 menaikkan kainnya seperti sebagian besar Artis Kita…makasih

    1. innama a’malu binniat, . . tergantung dari niatnya. Allah menilai amal ibadah kita kita berdasarkan dari niat.

    2. walaikum salam mohon maaf sebelumnya mas EDI … hadis itu keluar karna jaman Rosul dulu…. bahan masih sangat mahal dan langka . jadi lebih baik di sodakohkan ketibang berlebih … untuk sekarang kalo hanya ukuran panjang celana tidak akan membuat batalnya solat kecualisangking panjangnya sampek berubah fungsi menjadi penyapu kotoran….

      1. assalamualaikum.. maaf pak suwarno, saya ingin berkomentar tentang statment anda.
        hadist dari Rasulullah saya kira tidak masalah tren dlu maupun skrg,. coba kita rasakan, Allah di jaman nabi masi ttp sama dengan Allah d jaman sekarang ini, jadi saya kira tidak ada perbedaan mengenai hadist dlu maupun skrg.

      2. Sami’na wa atho’na.,,,benar kata Dani, perubahan jaman tidaklah berpengaruh atas petunjuk dalam haditsnya yg shohih

    1. ibnu hafidz jiddan

      Memanjangkan pakaian dengan maksud tidak sombong di benarkan oleh syariat.dan tidak ada haditsnya yg menyatakan tidak boleh memanjangkan pakaian kecuali dengan unsur sombong

  2. kalau gk zalah.hukum laki2 memakai celana/kain melebihi mata kaki memang dilarang

    Apa saja yang melebihi dua mata
    kaki dari kain sarung, maka
    tempatnya di neraka
    (HR. Bukhari no. 5787)

    1. Ya harus dilihat konteks kapan hukum itu dibuat. Dulu belum ada mobil mewah atau jam harga miliaran… apa karena tidak ada hukumnya tentang pakai mobil mewah dan jam mahal berarti boleh menyombongkan diri dengan hal2 itu…
      Kita harus lebih bijak menyikapi hukum2 yang dulu dibuat zaman Rasulullah. Harus kita ketahui dulu tujuan hukum itu baru kita terapkan di zaman sekarang. Menurut saya lebih baik pakai celana dibawah mata kaki daripada pakai hal2 lain yang tidak diatur di zaman Rasulullah (karena belum ada) tapi sesungguhnya hanya untuk kesombongan.

      1. yang tidak di lakukan di jaman rosululloh trus kita mengadakannya sekarang dengan alasan kemajuan zaman BID’ah….. tempatnya bid’ah di NERAKA……

      2. Ilustrasi :1. Tidak berjilbab tetapi sholat, berjilbab tetapi tidak sholat, tentu berjilbab dan sholat lah yang terbaik.
        2. Kalo di zaman Rasullulah wajib sholat, apa di zaman kita boleh tidak sholat?
        Al qur’an dan hadist adalah pedoman umat islam sepanjang zaman bukan hanya untuk zaman Rasullulah saja
        Tidak ada hal yang merugikan apabila kita memendekkan celana dan tidak sombong. Mengikuti hadist secara utuh adalah yang terbaik, bukan sepotong-sepotong

  3. A. Janganlah kalian (manusia ) berjalan di atas muka bumi dengan sombong…..
    B. Janganlah kalian ( manusia ) makan dan minum dengan berlebihan……
    Pertanyaannya…
    1. Pertanyaan A. yang dilarang berjalannya atau sombongnya ?????…..dilarang jalan gitu ???
    2. Pertanyaan B. yang dilarang makan – minumnya atau berlebihannya ?????
    Alloh menciptakan akal bagi manusia untuk dipakai….sedangkan golongan dari salafi menentang /sangat benci penggunaan akal……..dikatakan mu’tazillahlah…aqlaniyunlah……bla – bla – bla…….

    1. Didalam Hadist sudah sangat jelas yang dilarang sombongnya, sudah jelas yang dilarang minum yang berlebihan.

    2. agama itu adalah akal karena orang yang berakalah yang kena hukum agama yang tidak boleh agama diakal-akalin..!!!
      kalo mau menyimpulkan suatu ayat atau hadist,harus saling mengaitkan lalu lihat apa maksud dari ayat/hadist tsb,kemudian baru kita bisa menyimpulkan apa maksud dan hukumnya nya…!!!

    3. Mas Abdullah, Maaf sebelumnya, tolong pertanyaan anda yang pertama itu secara ilmiah, mungkin anda sudah tau maksud arti dan tujuan hadist tersebut,. Allah tidak menyukai orang2 yang sombong. itu suda jelas bukan. jadi jangan sampai kesanny dari pertanyaan anda itu seolah2 memperolok-olok hadist Rasulullah. kita seorang muslim.

  4. menurukan kain di bawah mata kaka itu namanya iqsbal dan hukumnya tidak boleh, baik dengan sombong maupn tidak sombong.
    banyak riwayat shahih dari Nabi Muhammad shallallahu alaii wasalam yg melarang menurunkan kain bawah mata kaki,lebih dari 20 sahaat nabi meriwayatkan di larangnya iqsbal.

    1. Ya sekali lagi harus dilihat konteks hukumnya. Kalau kita hanya berfikir seperti ini pasti nanti umat Islam hanya seperti katak dalam tempurung, tidak mampu mencerna makna dibalik hukum dan perintah Rasul dan Allah. Hukum itu dibuat dengan tujuan. Kita ketahui tujuan itu, baru kita mampu menerapkannya dengan baik

      1. betul saya sependapat dengan anda mas hari…jadi kita tidak melihat suatu permasalahan secara tekstual saja tetapi harus secara kontekstual agar kita tidak salah dlm menyimpulkan!!!!

  5. السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
    Tolong hadist lain yg berkaitan dengan hadist ini, smoga kita smua slalu diberikan rahmat-Nya

  6. kalo menurut ana bahwa maksud hadist tersebut adalah dikhawatirkan kalo celana yang dikenakan melebihi mata kaki atan terkena kotoran atau najis, sehingga tidak sah dipakai untuk shalat.

  7. ‘An aby darrin r.a ‘aninnabiyi S.A.W,,qoola,tsalaatsatun laa yukallimuhumullahi yaumalqiyaamati walaa yandhuru ilaihim walaa yuzakkiihim walahum ‘adzaabun ‘aliimun.>>
    Qoola abu dzarrin khoobuu wakhosiruu, man hum yaarosuulallah..? Qoola:almusbilu,walmannaanu,walmunfiqu sil’atahu bilchalifilkaadzib…(Rowaahul muslimu)..

  8. muh. yusri. H N

    apa alasanya mengapa allah tdk melihat kita dengan rahmat.a ketika kita memanjangkan kain hingga menutup mata kaki?
    apakah krn dikhawatirkan menyapu kotoran hingga ada najis y melekat? ataukah pd jaman dulu kain sangat mahal? atau ada alasan lain. terimakasih….

    1. setiap ada perintah dan larangan pasti ada hikmahnya, kita harus mentoati selama itu tidak merusak diri kita. ada pun hukum AL QURAN DAN HADIST ITU SUDAH JELAS,BENAR DAN DI TERIMA.

  9. Gawat nih saudara2 ku,seumur hdp aku gak pernah menggulung kaki celana ku kecuali waktu shalat dan saat jln becek.
    Dan rs nya slt merubah kebiasaan ini,aku jg malu rs nya bl memakai celana gantung,mdh2an ALLAH tdk melaknat ku krn kaki celana ini.

  10. asbabul wurud perlu disampaikan agar pemahaman terhadap hadis2 lebih sempurna , mslh interpretasinya serahkan aja ke pribadi sendiri-sendiri…

  11. nabi muhammad berkata ; barangsiapa berpegangteguh pada 2 hal maka dia akan selamat, yakni alquran dan hadist..sebagai umat islam sudah seharusnya mematuhi aturan tersebut,..tidak usah saling diperdebatkan..klu aturan banyak dipikirkan kesimpulannya banyak..karna masing-masing orang punya pemikiran sendiri sendiri..wassalamualikum W.B

  12. dlm mnghukumi sbuah perkara harus dikumpulkan hadist yg lain dan mmbutuhkan pengetahuan yg mndalam, kpn keluarnya hadist krn bisa jadi hadist yg keluar terakhir mnghapus hadis yg terdahulu dalm satu maslah, atau bisa jadi mnguatkan satu sama lain dri bnyak jalan riwayat, dan kemudian bagiman pemahan ulama salaf ttng ini. berkenaan dgn ini ana mngambil pelajaran, tentu yg paling hati-hati, seandainya mnjulurkan tanpa sombong itu boleh namun itu berdampak lain ykni bagian dri israf dan tidak suci dan berdampak pd hal lain. nah kmudian yg paling bersih adalh diatas mata kaki (bagi laki) atau mak pas mata kaki, ternyata dlm hadist lain Rasul melarang adanya isbal dn bahkan ada ancaman krn isbal bagian dri kesombongan dn kesombongan pantasnya di neraka, wahai saudarku seiman jka tlh datng kebenaran tdk ada jaln lain kita mngambil kebenaran itu, jk pingin selamat. wallahu musta`an ila sabilil al haq

    1. pantaskah muslim seperti antum, yang lain berdiskusi masalah tentang pedoman untuk di dunia, antum malah mentertawakan seperti itu, sepertinya antum yang aneh bin ajaib deh….

  13. Apa hukum’y bila kita membiarkan orang shalat dngn sarung/celana menutupi mata kaki sedangkan kita tau itu iqsbal.

  14. memang benar memakai kain yg pnjng x lbih dri mata kaki hukumx haram coba lihat pda kitab tadhib wat targhib bab memanjangkan kain sarung atau celana wkt solat .

  15. maaf om, sebaiknya pake tafsir hadist dari para sahabat nabi dan paraimam mahzab, biar lebih dimengerti lagi

  16. jels poin yg di permasalahkan adlah sifat sombong, jd tdk hanya kain yg melebihi mata kaki, kain yg di atas mata kakipun jg gak baik jk itu di ikuti dg sifat sombong.

    1. saudaraku seiman…
      jelas benar apa yg anda ucapakn tapi yg mnjdi permasalah dsini adlh isbal
      isbal itu memakai celana atao sarung atau jubah melebihi mata kaki dgn dasar sombong
      maka itu dilarang oleh agama sbg mana trdapat dlm hadits nabi yg bgt bnykx maslh isbal it sndri nah,
      klo memakai celana sampai melewati atau di angkat ke ats sprt yg anda mksudkn it bukn isbal nmx…
      tetapi memperlihatkn aurat dan itu sombong ataupun tdk haram hukumx sm spert isbal dgn niat tdk sombong pun tempatx dneraka apalag dgn rs smbong…tp yg qt bahas adlh maslh isbal klo yg anda mksd it bukan mnjdi pembhasn qt skrg…..yg tdk ad larangx maka it blh dlakukan klo yg isbal laranganx sdh jls…

    2. yang dikatakan sombong, dalam hal ini “roddun haq wa ghomtunnas” :menolak sesuatu yang haq(benar, maksudnya ayat ALLOH dan sunnah Nabi) dan meremehkan manusia.(undhur waqilla walaa tandhur manqolaa.)

  17. saudaraku kaum muslimin yang cinta da’wah islam:
    kalau kita terus berdebat ini tidak akan ada hbsnya dan sulit menemukan titik terangnya,,,,,lbih baik kita tanyaakan pada diri kita sendiri,,,,,,kita meyakini yang mna,,msalah bener gaknya biarlah ALLAH yang membalaznya

  18. menurt sy, ktk kita dibacakan haditsya dan sdh dijawab prtanyaan tsb, lalu dia melanggar larangan Sunnah Nabi Saw tsb, mk inilah orang2 yg kita sebut benar2 sombong.

    Hadits akan tetap hidup spanjang masa, bl ada yg manusia yg mem.banding2kan jaman Rasul dgn saat ini, dialah orang yg sombong.

    Mk pikirkanlah Zhad2Ku, bgt bunyinya. Dan ktk zhad itu berubah bentuk mnjdi sbuah mobil dan sgala IT ya dan slama mobil tsb unt brmanfaat baik bg kmaslahatan umat mk hal tsa adl halal

  19. daka: assalamualaikum……………mhn maaf numpang singgah diobrolan ini, klo mslh memakai kain/celana, dibwh/diatas mata kaki (u/laki-laki) dikaitkan dgn shalat boleh apa ga! mari kita ingat2 lg apa aja sih syarat sah sholat?

  20. isbal itu dilarang..dan ancamannya neraka..banyak sekali dalil yang melarang isbal ( memanjangkan pakaian sampai menutupi mata kaki ), diantaranya sabda Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam dalam hadist Abu Hurairah RA : ” Bagian sarung yang terletak di bawah kedua mata kaki berada didlam neraka’ (HR. Al-Bukhori, 5787 )> Dan hadist Aisyah radhiyallahu’ anha : ” Bagian kaki sarung yang terletak di bawah mata kaki berada di dalam neraka’ (HR. Ahmad, 6/59,257). >dari abu dzhar, >Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda;” Tiga golongan manusia yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pd hari kiamat, dan tidak pula dilihat dan disucikan serta siksa yg pedih, musbil ( orang yg memnjangkan pakainnya hingga mata kaki, almannan ( orang2 yang tdk memberi sesuatu kecuali ia mengungkit-ungkit, orang yang melariskan dagangannya dg sumpah palsu (Riwayat Imam Muslim). hadist tsb adalah bersifat umum. artinya bukan hanya pada waktu sholat saja, tetapi berlaku juga diluar sholat. wallahu walam bishowab.

  21. Imam Buhari sudah mengkhususkan bab ini adalah Dengan Kata “SOMBONG” jadi tidak saja celana atau kain tapi apapun yang kita perbuat dengan sombong neraka tempatnya. kesimpulan celana kain yang lewat mata kaki tidak melanggar syar’i, ada yang berpendapat ada hadist “kalo Isbal sombong atau tidak sombong neraka tempatnya sanadnya goncang”

  22. assalamualaikum wr wb<
    mksud hadist d atas memang sperti itu,dalm brpakaian pun khususnya clana panjang atau sarung harus d atas mata kaki mau solat atau pun aktifitas sehari harinya,
    bukan zaman dulu ga ada bahan !!!

  23. tapi di hadist ituu di jelaskan bahwa apa2 yang di bawah mata kaki itu neraka ,dan itu di hukumi sombong ini masalah agama masalah ibadah jd harus sesuai dengan ,syariat nya dung,

  24. jadi hadist diatas berlaku hanya dalam waktu solat atau di kehidupan sehari2….???
    tolong dijawab mas….

  25. syahrul indra

    Sebagai muslim & mukmin sejati seharusnya kita..” sami’na wa ato’na ” saja SELESAI… apalagi kalo itu memang hadist shahih yg datang dari Rasullulloh sallahualaihi wa sallam

  26. Yang terbaik adalah mengikuti hadist diatas secara utuh, tidak memanjangkan celana dan tidak sombong! Tentu lebih banyak kebaikannya apabila kita mengikuti hadist-hadist nabi, Al Qur’an dan hadist adalah pedoman umat islam sepanjang zaman! Bukan hanya untuk dipakai di zaman Rasulullah saja, demikian wassalam

  27. memang ada hadits “Alloh tidak menerima sholatnya laki-laki yang memanjang kan celananya menutupi mata kaki”.
    coba cari dihadits lainnya mengenai izaroh(pakaian) orang yang beriman dan lihat kedudukan haditsnya. supaya tidak diperselisihkan.
    agama bukan untuk diperdebatkan tapi untuk diimani dan memudahkan ibadah kepada-NYA.

  28. yang menentukan boleh atau tidaknya,sombong atau tidak hanya Allah semata, kita tidak boleh sembarangan menghakimi..

  29. diperdebatkan….padahal dah jelas di quran dan hadist hukumnya seperti itu….masih mau pake logika…

  30. itu pada saat sholat saja apa pada saat keseharian? soalnya ada pekerjaan yg harus mata kakinya tertutup ,

  31. ass lamu ‘alaikum wr wb,prinsip dalam islam materi/benda tidak menyebabkan orang masuk sorga atau masuk neraka, namun sikap atau perilaku atau akhlaq? yang menyebabkan orang atau jin masuk neraka atau sorga , menambah pemutup aorat ke bawah sekitar 10 cm masa menyebabkan masuk neraka? sedangkan menambah menutup aorat keatas dari pusar sampai lebih dari 50 cm tidak ada keterangan oran masuk neraka tuh !

    1. “Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin apabila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan, ‘Kami mendengar dan taat.’ Mereka itulah orang-orang yang beruntung. Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dan takut kepada Allah serta bertakwa kepada-Nya, mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (an-Nur: 51-52)

      “Maka hendaklah orang-orang yang menyelisihi perintahnya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” (an-Nur: 63)

      saudaraku, kalau sudah dengar… maka taatlah,
      kalau enggan ya itu sudah kepercayaan diri masing2 terhadap ibadahnya…
      Hanya Allah dan Rasulnya yang lebih tahu, jadi sebaiknya tidak membuat syariat sendiri dengan berkata ” pakaian saya melebihi mata kaki, tapi saya kan tidak sombong?!”, “jaman sekarang sudah tidak kategori sombong, pakaian sudah banyak..?”..padahal apa kita tahu apa yang Allah Subhanahu wa ta’alla kehendaki untuk hambaNya? atau apakah sudah ada janji dan terjamin diri kita di Ridhoi Allah Subhanahu wa ta’alla?

      Perhatikan setiap hari, bahwa pandangan kita melihat aurat wanita saja sudah dosa, koq masih berani membenarkan diri, malah bikin pendapat sendiri, padahal Al Qur’an saja belum tentu mengerti, bahkan hapal pun tidak, bahkan membaca al-fatikhah pun belum tentu benar…

      mari kita saling menjaga dan berbagi, semoga rahmat Allah Subhanahu wa Ta’alla datang kepada kita.

      mohon maaf, saya tidak subyektiv ke orang tertentu, hanya berpendapat kosong saja…

      wallahu ‘alam

  32. bismillah ..!!hai orang2 mukmin taatlah kepada Allah SWT,rasul (muhammad) & ulil amri jika kalian berselisih paham tentang sesuatu kembalikanlah kepada Al Quran dan hadist sesungguhnya itu lebih baik bagimu.

  33. Kalay menurut saya: sami’na wa atho’na
    Ini Hadis Bukhari Muslim dan sudah diingatkan oleh Khalifah Umar Bin Khattab

  34. Bagaimana dengan hari lebaran banyak yang memakai pakaian dengan sombong isbal maupun yg tidak… Kalo ada kisah tentang keagungan mata kaki boleh dishare, apa yang membuat kita sombong kalo pakaian kita panjang ?, Maaf banyak bertanya karena saya harus banyak belajar…

    1. Yang dimaksud kata “sombong” disini tidal sama dengan riya, angkuh, pamer atau lain sebagainya. Tapi sombong yg dimaksud adalah orang2 yg telah diberi peringatan tetapu masih tetap menolak utk mematuhi peringatan Dari Allah. Dan rasulullah SAW menyuruh kita untuk memakai kain atau celana diatas mata kaki. Dengar Dan patuhi maka kamu termasuk golongan orang yg bertaqwa (tunduk, takut, cinta, takut hanya pada Allah)

    2. setau saya.. kain di zaman nabi mahal.. hingga ada riwayat mengatakan siti khodijah mengenakan pakaian dengan 83 tambalan.. dan jubah nabi pun penuh dengan tambalan.. jadi bisa di simpulkan orang yg memanjangkan kain nya di zaman nabi adalah orang yg riya, dan termaksud perbuatan yg berlebihan, karena setau saya laki laki batas auratnya hanya sebatas lutut.. dan perbuatan berlebihan apapun.. adalah yg tidak di sukai Allah.. maka dari itu nabi melarangnya menjulurkan kain di bawah mata kaki dalam berjalan.. kita hanya diperintahkan untuk di jalankan.. tidak untuk bertanya kenapa.. toh, itu untuk kebaikan pastinya.. bisa jadi agar tidak kesandung ketika berjalan.. bisa jadi agar kain kita tidak terkena najis ketika berjalan.. segala puji bagi Allah.. Tuhan semesta alam

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Scroll to Top