Bacaan Sholat Rasulullah

20 Surat Terpilih yang Menjadi Bacaan Sholat Rasulullah

Bacaan Sholat Rasulullah.



 



Sholat adalah barometer amalan seseorang muslim. Semakin baik sholatnya seseorang muslim, maka makin baik pula kualitas amal sholehnya di mata Allah. Sebaliknya, semakin buruk sholatnya seorang muslim, misal sholat 5 waktunya masih sering bolong-bolong atau hanya melaksanakan sholat Jumat saja dalam sepekan, maka makin buruk pula kualitas amalnya di hadapan Allah.

 



Kenapa demikian? Karena sholat adalah amal yang pertama kali akan dihisab di Yaumil Hisab (Hari Perhitungan/Kiamat) kelak, baru kemudian amal-amal yang lainnya. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah dalam sebuah hadits:

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : قاَلَ رَسُولُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : (( إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ ، فَإنْ صَلُحَتْ ، فَقَدْ أفْلَحَ وأَنْجَحَ ، وَإنْ فَسَدَتْ ، فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ ، فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ ، قَالَ الرَّبُ – عَزَّ وَجَلَّ – : اُنْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ، فَيُكَمَّلُ مِنْهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيضَةِ ؟ ثُمَّ تَكُونُ سَائِرُ أعْمَالِهِ عَلَى هَذَا )) رَوَاهُ التِّرمِذِيُّ ، وَقَالَ : (( حَدِيثٌ حَسَنٌ ))

Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah sholatnya. Maka, jika sholatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika sholatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari sholat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki sholat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari sholat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan hadits tersebut hasan.) [HR. Tirmidzi, no. 413 dan An-Nasa’i, no. 466. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih]




Pentingnya Ibadah Sholat

Tentang pentingnya sholat ini terdapat hadits lain yang berasal dari Mu’adz bin Jabal bahwa Nabi Saw bersabda:

رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ

Artinya: “Inti segala perkara adalah Islam dan tiangnya adalah sholat.” (HR. Tirmidzi no. 2616 dan Ibnu Majah no. 3973.)

Sholat juga menjadi pembeda antara seorang muslim dengan orang kafir, sebagaimana sebuah hadits yang berbunyi: “Perjanjian antara kami dengan orang kafir adalah sholat. Barangsiapa yang meninggalkan sholat maka ia telah kafir.” (HR. Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah).

 



Tentang perintah sholat sendiri telah termaktub dalam Al-Qur’an surat al-Isra’ ayat 78 :

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

Artinya: “Dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya sholat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS. Al-Isra’: 78)

Salah satu keutamaan sholat adalah mencegah perbuatan keji dan mungkar. Berdasarkan firman Allah Ta’ala dalam surat Al-Ankabuut ayat 45:

اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ ۗوَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗوَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

Artinya: “Bacalah Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (shalat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Ankabuut: 45)

Mengenai tata cara sholat, Rasulullah Saw bersabda:

عَنْ مَالِكِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي»، رَوَاهُ البُخَارِيُّ.

Dari Malik bin Al-Huwairits r.a., bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Sholatlah kalian (dengan cara) sebagaimana kalian melihatku sholat.” (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 628 dan Ahmad, 34:157-158]

BACA JUGA: Bolehkah Muslim Shalat Di Gereja?




Surat-surat yang menjadi Bacaan Sholat Rasulullah

Dalam menunaikan sholatnya, surat apa saja dalam Al-Qur’an yang menjadi bacaan sholat Rasulullah Saw, baik saat sholat fardhu (5 waktu) atau sholat sunnah?

Seorang muslim diwajibkan melakukan sholat fardhu dengan jumlah rakaat sebanyak 17 rakaat per-harinya. Namun, dalam pembacaan surat atau ayat sebanyak 10 kali dalam sehari.

Ibnu Rusyd dalam kitab Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid menyebutkan para ulama bersepakat bahwa sholat tidak sah tanpa membaca Al-Qur’an, baik disengaja maupun tidak.

 



Tetapi pada ulama ahli fikih (fuqaha) berbeda pendapat mengenai surat yang wajib dibaca selama shoalat. Sebagian berpendapat, yang wajib dilafalkan adalah surat Al-Fatihah, bagi mereka yang hafal. Sebagian ulama lain meyakini bila Al-Fatihah wajib dibaca pada setiap rakaat sholat. Untuk surat selain Al-Fatihah, tidak ditetapkan waktunya.

Dalil yang menjadi dasar wajibnya membaca surat Al-Fatihah, adalah hadits dari Ubadah bin Ash-Shamit, bahwa Rasulullah bersabda:

لَا صَلاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأُ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

Artinya: “Tidak ada sholat sama sekali bagi orang yang tidak membaca Surat Al-Fatihah.” (Muttafaq ‘alaih)

Dalam riwayat lain dari Abu Hurairah juga dijelaskan, Nabi Saw bersabda:

مَنْ صَلَّى صَلَاةٌ لَمْ يَقْرَأُ فِيْهَا بِأُمِّ الْقُرْآنِ، فَهِيَ خِدَاجٌ، فَهِيَ خِدَاجُ فَهِيَ خِدَاجُ

Artinya: “Barangsiapa melakukan sholat tanpa membaca surat Al-Fatihah di dalamnya, maka sholat tersebut tidak utuh, sholat tersebut tidak utuh, dan sholat tersebut tidak utuh.” (HR Muslim)

Ibnu Rusyd berpendapat dari kedua hadits diatas bisa ditarik kesimpulan bila membaca Surat Al-Fatihah menjadi syarat atau rukun sholat.




Bacaan Surat Al-Qur’an setelah Al-Fatihah dalam 5 Waktu Sholat Fardhu

Dikutip dalam buku Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menyatakan bahwa bacaan sholat Rasulullah Saw sesudah bacaan Al-Fatihah, terkadang surat pendek, terutama ketika dalam kondisi safar atau lainnya. Tetapi beliau lebih sering membaca surat yang sedang (tak terlalu panjang).

 



Pada sholat fardhu lima waktu surat yang dilafalkan Rasulullah beragam, sebagai berikut:

Bacaan Sholat Subuh

Bacaan sholat Rasulullah pada sholat subuh, Nabi Saw biasa membaca sekitar 60 hingga 100 ayat dalam shalat Fajar/Subuh setelah membaca Surat Al-Fatihah. Beliau pernah pula dilafalkan Surat Qaf, Surat Ar-Ruum, Surat Asy-Syams, Al-Zalzalah, Surat Al-Mukminun, Surat As-Sajdah, Surat Al-Insan, dan Surat Muawwidzatain (Al-Falaq & An-Nas).

Dalam riwayat lain yang shahih disebutkan Rasulullah membaca surat yang berbeda-beda dari Al-Quran saat sholat Subuh. Antara lain Surat Al-Waqi’ah, Surat At-Takwir, Surat Al-Zalzalah di kedua rakaat. Juga membaca Surat Ar-Ruum, Surat Yaasin, dan Surat As-Shaffat. Ketika berpergian, biasanya membaca Surat Al-Falaq dan Surat An-Nisa (Muawwidzatain).

Bacaan Sholat Dhuhur

Bacaan sholat Rasulullah pada waktu Dhuhur, Rasulullah terkadang melafalkan surat-surat panjang. Saking panjangnya surat Al-Qur’an pada shalat Dhuhur, Abu Said dalam riwayatnya mengatakan:

“Adalah sholat Dhuhur dilakukan sangat panjang, sampai-sampai bila seorang pergi ke makam Baqi kemudian menyelesaikan kebutuhannya. Lalu pulang ke rumah dan berwudhu, kemudian kembali sholat, ia masih mendapati Nabi Saw pada rakaat pertama, sebab begitu panjangnya.” (HR. Muslim)

 




Riwayat lain menyebutkan, Rasulullah Saw terbiasa membaca sekitar 30 ayat di dua rakaat pertama sholat Dhuhur. Selain itu, beliau membaca Surat At-Tariq, Surat Al-Buruj, dan Surat Al-Lail.

Bacaan Sholat Ashar

Adapun sholat Ashar, Rasulullah melafalkan surat yang panjang bacaannya setengah dari apa yang dibaca pada sholat Dhuhur. Beliau juga terbiasa membaca sekitar 15 ayat di dua rakaat pertama.




Bacaan Sholat Maghrib

Bacaan sholat nabi muhammad saw berdasarkan hadits-hadits berikut :

  • Diriwiyatkan dari Abu Umar bin Abdil Barr bahwa Nabi Saw pernah melafalkan Surat Al-A’raf, Ash-Shaffat, Ad-Dukhan, Al-A’la, At-Tin, Al-Murshalat saat sholat Maghrib. Selain itu beliau membaca pula surat-surat pendek.
  • Riwayat lain menyebutkan, Rasulullah Saw membaca Surat At-Tiin, Surat Muhammad, Surat At-Tuur, Surat Al-A’raaf, dan Surat Al-Anfal di dua rakaat pertama saat sholat maghrib.
  • Dikutip dari buku Sifat Sholat Nabi karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, “Dalam sholat Maghrib Rasulullah Saw terkadang membaca surat-surat pendek yang termasuk dalam kelompok surat-surat al-Mufashshal.” (HR. Bukhari dan Muslim).
  • Hingga “Apabila mereka sholat bersama beliau, kemudian salam, lalu salah seorang di antara mereka keluar, ia masih bisa melihat bekas tancapan anak panahnya.” (HR. An-Nasa’i dan Ahmad).
  • “Pernah dalam perjalanan safar beliau membaca Wat tiini waz zaituun (at-Tin) (QS. 95: delapan ayat) pada rakaat kedua” (HR. Ath-Thayalisi dan Ahmad).
  • Terkadang beliau membaca surat-surat panjang yang termasuk kelompok surat-surat al-Mufashshal atau surat yang sedang dari kelompok tersebut, dan “Terkadang beliau membaca Alladziina kafaruu wa shadduu an sabiilillaah [QS. Muhammad].” (HR. Ibnu Khuzaimah, Ath-Thabrani dan al-Maqdisi).
  • “Terkadang beliau membaca surat ath-Thur [QS. 52: 49 ayat).” (HR. Bukhari dan Muslim).
  • “Terkadang beliau membaca surat al-Murshalat (QS. 77: 50 ayat), beliau membacanya pada sholat terakhir yang beliau lakukan.” (HR. Bukhari dan Muslim).
  • “Terkadang beliau membaca salah satu dari dua surat yang panjang yaitu surat al-A’raf [QS. 7: 206], untuk dua rakaat.” (HR. Bukhari, Abu Dawud, dan Ibnu Khuzaimah)
  • Dan “Terkadang beliau membaca surat al-Anfal (QS. 8: 75 ayat) untuk dua rakaat.” (HR. Ath-Thabrani).

Bacaan Sholat Isya’

Sedangkan bacaan sholat Rasulullah saat sholat Isya’ Nabi Saw melafalkan Surat At-Tin, Surat Asy-Syams, Surat Adh-Dhuha, Surat Al-A’la, dan Surat Al-Lail.

Pada riwayat lain disebutkan, Rasulullah Saw biasa membaca Surat As-Syam, Surat Al-Insyiqaq, dan Surat At-Tiin saat shalat Isya’.




Bacaan Sholat Rasulullah Dalam Kitab Bulughul Maram

Apa saja bacaan sunnah dalam shalat?  Dalam Kitab Bulughul Maram yang ditulis Ibnu Hajar Al-Asqalani disebutkan riwayat tentang bacaan sholat Rasulullah Saw dalam Sholat Lima Waktu (fardhu), sebagai berikut:

Hadits Pertama

عَنْ أَبي سَعِيدٍ الخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: كُنَّا نَحْزُرُ قِيَامَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ، فَحَزَرْنَا قِيَامَهُ فِي الرَّكْعَتَيْنِ الأُولَيَيْنِ مِنَ الظُّهْرِ قَدْرَ: {{الم *}{تَنْزِيلُ}} [السجدة: 1 ـ 2] . وَفِي الأُخْريَينِ قَدْرَ النِّصْفِ مِنْ ذلِكَ. وَفِي الأُولَيَيْنِ مِنَ الْعَصْرِ عَلَى قدْرِ الأُخْرَيَيْنِ مِنَ الظُّهْرِ، والأُخْرَيَينِ عَلَى النِّصْفِ مِنْ ذلِكَ.

 



Dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a., ia berkata, “Kami pernah mengukur lama berdirinya Rasulullah Saw dalam sholat Dhuhur dan Ashar. Setelah kami ukur ternyata lama berdirinya pada rakaat pertama dan kedua dari sholat Dhuhur sekitar lamanya membaca ALIF LAAM MIIM TANZIIL (Surah As-Sajadah). Pada rakaat ketiga dan keempat, kadarnya sekitar setengahnya. Pada rakaat pertama dan kedua dari sholat Ashar seperti dua rakaat terakhir sholat Dhuhur. Rakaat ketiga dan keempat dari sholat Ashar, kadarnya adalah setengahnya lagi.” (HR. Muslim, no. 452)

Hadits Kedua

وَعَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ رحمه الله قَالَ: كَانَ فُلاَنٌ يُطِيلُ الأُولَيَيْنِ مِنَ الظُّهْرِ، وَيُخَفِّفُ الْعَصْرَ، وَيَقْرَأُ فِي المغْرِبِ بِقِصَارِ المُفَصَّل وَفِي الْعِشَاءِ بِوَسَطِهِ وفِي الصُّبْحِ بِطِوَالِهِ. فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ: (مَا صَلَّيْتُ وَرَاء أَحَدٍ أَشْبَهُ صَلاَةً بِرَسُولِ اللهِ صلّى الله عليه وسلّم مِنْ هذَا). أَخْرَجَهُ النَّسَائيُّ بِإسْنَادٍ صَحِيح.

Dari Sulaiman bin Yasar r.a., ia berkata, “Ada seseorang yang selalu memanjangkan rakaat pertama dan kedua dari sholat Dhuhur dan memendekkan sholat Ashar. Dalam sholat Maghrib, ia membaca surah al-mufashshal yang pendek. Dalam sholat Isya, ia membaca surah al-mufashshal yang pertengahan. Dalam sholat Subuh, ia membaca surah al-mufashshal yang panjang.” Kemudian Abu Hurairah r.a. berkata, “Aku belum pernah bermakmum dengan seseorang yang sholatnya mirip dengan shalat Rasulullah Saw selain orang ini.” (Dikeluarkan oleh An-Nasai dengan sanad yang shahih). [HR. An-Nasai, 2:167-168 dan Ahmad, 14:102, sanad hadits ini kuat, perawinya tsiqqah selain Adh-Dhahak bin ‘Utsman. Syaikh ‘Abdullah Al-Fauzan dalam Minhah Al-‘Allam fii Syarh Bulugh Al-Maram, 3:80, mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan insya Allah].

Bacaan Sholat Rasulullah

 



(Keterangan: Surat al-mufashshal adalah surat dari Qaaf hingga surah An-Naas. Inilah pendapat sahih dari pendapat para ulama yang ada. Surat ini dinamakan al-mufashshal karena banyak fashl-nya (pemisahnya) dalam surah-surahnya, lalu dipisah dengan basmalah antara surat. Surat al-mufhashshal dibagi menjadi tiga: (a) thiwaal al-mufashshal, yang panjang, yaitu dari surat Qaaf hingga surat ‘Abasa, (b) awsath al-mufashshal, yang pertengahan, yaitu dari surat thiwaal al-mufashshal hingga surat Adh-Dhuha, dan (c) qishaar al-mufashshal, yang pendek, yaitu sisanya hingga surat An-Naas.

 

Penjelasan UAS Tentang Surat Yang Menjadi Bacaan Sholat Rasulullah

Surat Thiwal al-Mufashshal

Menurut Ustadz Abdul Somad (UAS), Bacaan Sholat Rasulullah dalam kitab al-Adzkar karya Imam an-Nawawi disebutkan bahwa sunnah dibaca (setelah Al-Fatihah) pada sholat Subuh dan Dhuhur adalah Thiwal al-Mufashshal,  yaitu surat-surat terakhir dalam mushaf. Diawali dari surat Qaf atau Al-Hujurat, berdasarkan khilaf yang ada, mencapai 12 pendapat tentang penetapan surat-surat al-Mufashshal.

Surat-surat al-Mufashshal ini terdiri dari beberapa bagian, ada yang panjang hingga surat ‘Amma (an-Naba’), ada yang pertengahan hingga surat adh-Dhuha dan ada pula yang pendek hingga surat an-Nas.

Surat Ausath al-Mufashshal

Sedangkan pada sholat Ashar dan Isya’ dibaca Ausath al-Mufashshal (bagian pertengahan).

Surat Qishar al-Mufashshal

Pada shalat Maghrib dibaca Qishar al-Mufashshal (bagian pendek). Sunnah dibaca pada sholat Subuh rakaat pertama pada hari Jum’at surat Alif Lam Mim as-Sajadah, pada rakaat kedua surat al-Insan.

Surat Pada Sholat Subuh Rakaat Pertama

Bacaan sholat Rasulullah Saw pada sholat subuh, rakaat pertama disunnahkan membaca surat al-Baqarah ayat 136.

Surat Pada Sholat Subuh Rakaat Kedua

Sedangkan bacaan sholat Rasulullah Saw pada sholat subuh rakaat kedua adalah surat Ali ‘Imran ayat 64.

Ada pula disebutkan, pada rakaat pertama surat al-Kafirun dan rakaat kedua surat al-Ikhlas, keduanya shahih. Dalam Shahih Muslim disebutkan bahwa Rasulullah Saw melakukan itu.

 



UAS menambahkan, bahwa pahala sunnah membaca ayat Al-Qur’an diperoleh dengan membaca ayat-ayat yang dipahami atau sebagian ayat dari suatu surat, atau membaca satu surat atau membaca sebagian surat. Surat yang pendek lebih afdhal daripada beberapa ayat yang dibaca dari surat yang panjang. Sunnah juga membaca surat menurut urutan mushaf, jika tidak sesuai menurut urutan mushhaf maka hukumnya boleh, akan tetapi makruh.

Ustadz Abdul Somad memilih fatwa tiga ulama besar al-Azhar; Syekh ‘Athiyyah Shaqar, Syekh DR Yusuf al-Qaradhawi dan Syekh DR Ali Jum’ah, karena keilmuan dan manhaj al-Washatiyyah [moderat] yang mereka terapkan dalam fatwanya.

 BACA JUGA: Adab Tidur Ala Rasulullah Saw




Bacaan Sholat Sunnah

Adapun bacaan surat dalam sholat sunnah, sebagai dikutip dari Buku “30 Fatwa Seputar Ramadhan” yang disusun Ustadz Abdul Somad disebutkan, pada rakaat pertama sholat Jum’at sunnah dibaca surat al-Jumu’ah dan rakaat kedua surat al-Munafiqun. Atau pada rakaat pertama surat al-A’la dan rakaat kedua surat al-Ghasyiyah.

Sedangkan dalam sholat sunnah Maghrib, dua rakaat setelah Thawaf dan sholat Istikharah Rasulullah Saw membaca surat Al-Kafiruun pada rakaat pertama dan surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua.

Atau dalam riwayat lain disebutkan, bacaan sholat Rasulullah dalam sholat sunnah setelah sholat Maghrib (Ba’diyah Maghrib), “Beliau membaca surat Al-Kafiruun dan surat Al-ikhlas” (HR. Ahmad, al-Maqdisi, dan an-Nasa’i).

 



Sementara ketika sholat sunnah Witir, Rasulullah Saw membaca surat Al-A’la pada rakaat pertama, surat Al-Kafirun pada rakaat kedua, surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas pada rakaat ketiga.

Imam Nawawi berkata, “Semua yang kami sebutkan ini berdasarkan hadis-hadis shahih dan selainnya adalah hadis-hadis masyhur.” (Maktabah Syamilah)

BACA JUGA: Keutamaan Sholat Dhuha

Demikian uraian tentang surat-surat dalam Al-Qur’an yang menjadi bacaan sholat Rasulullah Saw saat beliau menunaikan sholat fardhu maupun sunnah yang kami ambil dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat dan kita semua bisa mengikuti apa yang diamalkan oleh beliau Saw.

 

Referensi :

  • DetikHikmah, 2 Januari 2023; Liputan6.com, 30 November 2021; Sindonews.com, 10 Juni 2018; Republika.co.id, 9 Juni 2021; dll.

 



Author/Editor : Dezete : Dezete

 


 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Scroll to Top