Harut dan Marut Malaikat yang diAzab?

Harut dan Marut Malaikat yang Diazab?

Malaikat tidak akan pernah melanggar perintah Allah SWT

Pertama mengutip dari buku “Sihir dan Hasut” karya M. Mutawwali Asy-Sya’rawi (1991: 45), malaikat tidak akan pernah melanggar perintah Allah SWT. Ini secara jelas tertuang dalam surat At-Tahrim ayat 6 yang artinya: “Mereka tiada mendurhakai Allah tentang apa-apa yang disuruh-nya dan melakukan apa-apa yang diperintahkan kepadanya.” Alasan kedua, Asy-Sya’rawi (1991: 42) memaknai bahwa sihir memang diturunkan ke negeri Babil oleh Allah melalui perantara dua malaikatnya, yakni Harut dan Marut. Sebab Allah berwenang untuk menguji umat-Nya dalam bentuk kebajikan maupun keburukan. Alasan mengapa Allah mengutus dua malaikat tersebut adalah karena mereka tidak mendapat manfaat atau kegunaan dari ilmu sihir. Mereka juga ditugaskan agar terlebih dahulu memperingatkan bahwa sihir merupakan suatu fitnah yang dapat menjerumuskan manusia pada kekafiran. Dengan demikian, alih-alih mendurhakai Sang Pencipta, Harut dan Marut telah menunaikan perintah Allah SWT dengan sebaik-baiknya.

 

Sihir telah dipraktekkan manusia

Lebih jauh lagi beliau menjelaskan bahwa apabila Allah telah mengutus malaikat untuk mengajari manusia ilmu sihir, ini berarti sihir telah dipraktekkan manusia dengan pertolongan setan. Namun demi kebaikan umat, manusia diingatkan untuk tidak mempelajarinya karena tidak bermanfaat, malah menimbulkan kerugian. Adapun alasan mengapa Allah menugaskan malaikat dan bukan manusia (misalnya rasul) untuk menjalankan tugas ini adalah untuk menghindari kesalahpahaman. Rasul sejatinya menjadi suri tauladan yang membimbing manusia menuju jalan yang benar. Jika yang mengajarkan sihir adalah Rasul, maka umatnya akan berkata “Kami telah mendapatkan pelajaran ini dari Allah, rasul itu merupakan suri tauladan, kami mengikuti jejaknya dan menerapkan ajarannya (sihir) itu.” Banyak pihak mengatakan, kisah seputar Harut dan Marut berkaitan erat dengan Israiliyat (yang biasa diceritakan dan dibanggakan kaum Yahudi). Muhammad bin Muhammad Abu Syahbah dalam kitab Al-Israa’iliyaat wa al-Maudhu’aat fi Kutub al-Tafsir (Kisah-kisah Israiliyyat dan Palsu dalam Kitab-kitab Tafsir) juga menyebutkan kisah ini sebagai cerita Israiliyat. Wallahua’lam !!  

Referensi :

  • Wikipedia, 2022; Republika, 10 Juli 2020; detikHikmah, 21 Desember 2022; Kumparan, 17 Maret 2021; Muslim.or.id, 17 Januari 2019; dll.

Editor : Dezete  

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Scroll to Top