sholat Ied di tanah lapang

Sholat Ied di Tanah Lapang Atau di Masjid Mana yang Lebih Utama?



Sejauh ini tidak ada keharusan pelaksanaan sholat Ied (Idul Fitri dan Idul Adha) dilakukan di dalam masjid maupun di tanah lapang, keduanya dianggap sah dan diperbolehkan.

Namun demikian, jika memungkinkan, disarankan untuk melaksanakan sholat Ied di tanah lapang atau lapangan terbuka. Hal ini sejalan dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW, yang biasanya melaksanakan sholat Ied di luar masjid.

Selain itu, pelaksanaan sholat Ied di tanah lapang juga memberikan kesempatan untuk berkumpul bersama dengan jamaah yang lebih banyak dan membentuk rasa kebersamaan dalam masyarakat.




Lebih dari itu, pelaksanaan sholat Idul Fitri atau Idul Adha di tanah lapang dapat memberikan kesan yang lebih meriah dan memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam perayaan tersebut.

Sumber : Youtube

Akan tetapi, jika terdapat kendala atau alasan tertentu, seperti cuaca yang hadits mendukung atau kesulitan dalam menemukan lapangan yang sesuai, maka pelaksanaan sholat Ied di dalam masjid juga tetap diperbolehkan.

Pelaksanaan sholat Idul Fitri atau Idul Adha di dalam masjid dapat memberikan keamanan dan kenyamanan, serta mendorong terciptanya kebersamaan dan persaudaraan antar jamaah. Selain itu, pelaksanaan sholat di dalam masjid juga memungkinkan dilaksanakannya khutbah dan pengajian setelah sholat, sehingga dapat memberikan tambahan pengajaran dan pemahaman tentang Islam.




Yang terpenting adalah niat dan tujuan kita dalam melaksanakan sholat Ied, yaitu untuk merayakan kemenangan setelah berpuasa selama sebulan penuh pada bulan Ramadan atau untuk menghormati perayaan hari raya Idul Adha, serta memperkuat keimanan dan rasa kebersama

 

Dalil tentang Dianjurkannnya Sholat Ied di Tanah Lapang



Dalil tentang dianjurkannya sholat ied dilakukan di tanah lapang adalah sebagai berikut:

Pertama, Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas ra, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sholat ied pada hari Raya Fitri dan Adha dilakukan di lapangan terbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kedua, Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik ra, Nabi Muhammad SAW keluar untuk sholat ied pada hari raya Fitri dan Adha, dimana sholat ied dilakukan di lapangan terbuka.





Ketiga, Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Jabir bin Abdullah ra, Nabi Muhammad SAW keluar untuk sholat ied pada hari raya Fitri dan Adha di lapangan terbuka di luar kota Madinah.

Keempat, Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dan Imam Tirmidzi, dari Abdullah bin Asy-Syikhkhir ra, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sholat ied dilakukan di lapangan terbuka, dan yang tidak datang tidak boleh dihalangi.” (HR. Abu Daud dan TirmIdzi)

Dari hadits-hadits tersebut, dapat disimpulkan bahwa sholat ied sebaiknya dilakukan di lapangan terbuka atau tanah lapang. Sholat ied di tanah lapang juga memungkinkan lebih banyak orang untuk ikut serta dalam sholat ied karena lapangan terbuka dapat menampung jamaah yang lebih banyak. Selain itu, sholat ied di tanah lapang juga memperkuat tali silaturahmi antar muslim dan memperlihatkan kebersamaan umat muslim dalam merayakan hari raya. Namun, jika kondisi cuaca hadits memungkinkan, sholat ied dapat dilakukan di dalam Masjid.

sholat Ied di tanah lapang

Keutamaan Sholat Ied di Tanah Lapang

Ada beberapa keutamaan atau manfaat sholat ied di tanah lapang, antara lain:

Menunjukkan kesatuan umat muslim

Dengan melaksanakan sholat ied di tanah lapang, umat muslim dapat menunjukkan kesatuan dan kebersamaan mereka dalam merayakan hari raya. Sholat ied di tanah lapang juga menjadi ajang untuk saling mempererat tali silaturahmi antar muslim.

Menyeru kepada kebaikan

Sholat ied di tanah lapang dapat menjadi ajang untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan dan moral kepada jamaah yang hadir, seperti mengajak untuk meningkatkan keimanan dan berbuat kebaikan.




Meningkatkan semangat ukhuwah islamiyah

Dalam sholat ied di tanah lapang, jamaah yang hadir akan berada dalam satu barisan dan membentuk satu kesatuan, sehingga dapat meningkatkan semangat ukhuwah islamiyah di antara mereka.

Memperlihatkan keagungan Islam

Sholat ied di tanah lapang dapat memperlihatkan keagungan agama Islam dan kemegahan umat muslim. Hal ini juga dapat menjadi ajang untuk memperlihatkan keindahan budaya Islam dan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Memberikan kesempatan kepada lebih banyak orang untuk berpartisipasi

Lapangan terbuka dapat menampung jamaah yang lebih banyak dibandingkan di dalam Masjid yang kapasitasnya terbatas. Dengan sholat ied di tanah lapang, lebih banyak orang dapat berpartisipasi dalam kegiatan sholat ied.




Mengingatkan pada sunnah Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya biasa melaksanakan sholat ied di suatu tempat terbuka. Dengan melaksanakan sholat ied di tanah lapang, umat muslim dapat mengingatkan kembali pada sunnah Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.

sholat Ied di tanah lapangMeski Begitu, Sholat Ied di Masjid Tetap Diperbolehkan?

Ya, sholat ied di dalam masjid tetap diperbolehkan. Meskipun sholat ied sebaiknya dilakukan di tanah lapang atau tempat terbuka yang lain. Namun, dalam keadaan tertentu seperti cuaca yang buruk atau situasi keamanan yang tidak memungkinkan, sholat ied dapat dilakukan di dalam masjid.

Hal ini sejalan dengan prinsip fleksibilitas dalam agama Islam yang memperbolehkan umat muslim menyesuaikan ibadah mereka dengan situasi dan kondisi yang ada. Namun, jika kondisi memungkinkan, sebaiknya sholat ied dilakukan di tanah lapang untuk memperoleh manfaat-manfaat yang telah disebutkan sebelumnya.

 

Berdasarkan Catatan Sejarah, Dahulu Rasulullah Saw Lebih Sering Sholat Ied di Masjid atau di Tanah Lapang?




Menurut catatan sejarah, Rasulullah Saw melakukan sholat Idul Fitri dan Idul Adha di tanah lapang, bukan di masjid. Ini dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada seluruh umat Islam yang ingin menghadiri sholat Ied untuk dapat berpartisipasi. Rasulullah Saw juga memerintahkan agar kaum wanita dan anak-anak turut serta dalam sholat Ied di tanah lapang tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa Rasulullah saw sangat memperhatikan kesempatan dan keterlibatan seluruh umat Islam dalam ibadah sholat Ied.

BACA JUGA: Bacaan Sholat Rasulullah

Bagaimana dengan Era Khulafa’ur Rasyidin, Apakah Lebih Sering di Tanah Lapang atau di Masjid?

Pada masa Khulafa’ur Rasyidin, sholat Idul Fitri dan Idul Adha masih dilakukan di tanah lapang, sama seperti yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. Hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip kebijakan yang diterapkan oleh Khulafa’ur Rasyidin yang selalu memperhatikan kepentingan dan partisipasi seluruh umat Islam dalam beribadah. Selain itu, sholat Idul Fitri dan Idul Adha di lapangan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi dan saling berbagi kebahagiaan antar kaum muslimin.




Meskipun begitu, pada masa Khulafa’ur Rasyidin juga dibangun masjid-masjid besar sebagai pusat kegiatan keagamaan, seperti Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Namun, pelaksanaan sholat Idul Fitri dan Idul Adha tetap dilakukan di tanah lapang untuk memberikan kesempatan kepada seluruh umat Islam untuk berpartisipasi.

BACA JUGA: 3 Kurikulum Ramadhan Nabi SAW




Saat ini Pelaksanaan Sholat Ied di Kota Suci Mekkah dan Madinah Dilaksanakan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Benar, sholat ied di Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah dilaksanakan di dalam masjid. Namun, perlu diingat bahwa kondisi di Mekkah dan Madinah berbeda dengan kondisi di daerah lain. Masjidil Haram dan Masjid Nabawi memiliki luas yang sangat besar sehingga dapat menampung jamaah yang sangat banyak. Selain itu, cuaca di Mekkah dan Madinah umumnya lebih panas dan kering sehingga memungkinkan untuk melaksanakan sholat di dalam masjid.




Namun, bagi daerah yang memiliki cuaca yang bersahabat dan tanah lapang yang memadai, sebaiknya sholat ied dilakukan di tanah lapang untuk memperoleh manfaat-manfaat yang telah disebutkan sebelumnya. Ini sejalan dengan prinsip fleksibilitas dalam agama Islam yang memperbolehkan umat muslim menyesuaikan ibadah mereka dengan situasi dan kondisi yang ada. (*)

 

 

Kreator/Editor : Dezete

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Scroll to Top